Rabu, 07 September 2011

Testing Dan Implementasi Sistem part 1


Pernakah anda mengalami error dalam membuat suatu software, pastilah anada pernah mengalamia hal tersebut
Error merupakan sebuah proses untuk menjadikan sebuah software tersebut menjadi benar , tetapi  jika sudah  benar software tersebut belum yakin benar di mata orang lain , maka dari itu munculah sebuah tester untuk mengetes kelayakan software tersebut. Dengan adanaya proses testing tersebut diharapakan munculah sebuah kepercayaan dari pada pengguna software tesrsebut bahwa software tersebut sudah melalui lolos uji kelayakan dan siap untuk di gunakan.
Whats is Testing ??
Definisi Testing
Beberapa definisi tentang testing:
 Menurut Hetzel 1973:
Testing   adalah   proses   pemantapan    kepercayaan     akan   kinerja   program    atau  sistem sebagaimana yang diharapkan.
 Menurut Myers 1979:
Testing  adalah   proses   eksekusi  program   atau   sistem   secara   intens   untuk  menemukan  error.
 Menurut  Hetzel 1983 (Revisi):
Testing  adalah   tiap   aktivitas   yang   digunakan  untuk   dapat   melakukan   evaluasi  suatu atribut  atau  kemampuan  dari  program    atau  sistem   dan   menentukan     apakah    telah  memenuhi kebutuhan atau hasil yang diharapkan.
 Menurut Standar ANSI/IEEE 1059:
Testing adalah proses menganalisa suatu entitas software untuk mendeteksi perbedaan antara  kondisi   yang  ada  dengan  kondisi   yang  diinginkan  (defects  /   errors   /  bugs)   dan
Kesalahan dalam sebuah kegiatan testing  bukanlah sebuah error atau pun bug tetapi merupakan sebuah hasil yang tidak diharapakan sesuai dengan spesifikasi dari permintaan customer. Dalam artian hal yang sedang terjadi tidak sama dengan hal yang diharapakan.
Beberapa Praktisi  IT mengatakan bahwa testing sebuah sistem adalah:
Melakukan cek pada program terhadap spesifikasi.
Menemukan bug pada program.
Menentukan penerimaan dari pengguna.
Memastikan suatu sistem siap digunakan.
Meningkatkan kepercayaan terhadap kinerja program.
Memperlihatkan bahwa program berkerja dengan benar.
Membuktikan bahwa error tidak terjadi.
Mengetahui akan keterbatasan sistem.
Mempelajari apa yang tak dapat dilakukan oleh sistem.
Melakukan evaluasi kemampuan sistem.
Verifikasi dokumen.
Memastikan bahwa pekerjaan telah diselesaikan.
Ada keterkaitan antara verifikasi dan validasi dalam proses sebuah kegiatan  testing sistem

Verifikasi
Apakah telah berlaku sebagaimana telah di tetapkan menurut spesifikasi di awal  pembuata program? Dalam proses verifikasi dilakukan pengecekan atau pengetesan entitas-entitas , termasuk  software untuk pemenuhandan konsistensi dengan  melakukan evaluasi terhadap kebutuhan yan g telah di tetapkan
Validasi
apakah spesifikasi yang telah ditetapkan sudah memenuhi keinginan atau kebutuhan dari pengguna yang sebenarnya ?Validasi sendiri merupakan prose melihat jebenaran sebuah sistem , apakah sistem tersebut sesuai dengan kebutuhan pengguna atau tidak
Deteksi
Proses pendeteksian sebuah  kesalahan maka harus dilakukan pengecekan error yang semaksimal mungkin dengan melakukan dan mencoba kesalahan kesalahan yang mungkin terjadi dalam sebuah sistem tersebut
Jadi dengan melakukan testing dapat menigkatkan kualitas dari software tersebut. Ditinjau dari sis tersebut testing dan  Kualitas sebutah software memiliki sebuah hubungan di dalamnya.Software yang berkualitas harus memenhi dari bebearapa aspek  berikut:
Bebas error dan bug melalui sebuah proses pembuktian yang terstruktur , terencana dan terdokumentasi
Tepat waktu dan Dana
Sesuai dengan kebutuhan atau keinginan dan dapat  dirawat
Testing     membuat     kualitas   dapat    dilihat  secara    obyektif,   karena    testing   merupakan pengukuran   dari   kualitas  software.  Dengan   kata   lain   testing   berarti   pengendalian  kualitas (Quality   Control   -   QC),   dan   QC  mengukur   kualitas   produk,   sedangkan   jaminan   kualitas (Quality Assurance – QA) mengukur kualitas proses yang digunakan untuk membuat produk berkualitas.
Dalam sebuah proses pembuatan sebuah program pastinya akan melewati beberapa tahapan  yaitu : Requirment,
analysis, desain ,implementation, testing and deploy.

Dalam tahap requirment diperlukan sebuah standart umum sedangkan untuk memenuhi sebuah kualitas yang baik hendaknya QA (Quality Assurance).
QA senfiri digunakan untuk mengukur kualitas dari proses yang di gunakan untuk membuat sebbuah produk tersebut.
Berikut    contoh    yang    mengilustrasikan     beberapa    faktor-faktor   komponen      yang    sering
digunakan:
 Fungsionalitas (Kualitas Luar)

  •       Kebenaran (Correctness) 
  •       Reliabilitas (Reliability) 
  •       Kegunaan (Usability) 
  •       Integritas (Integrity) 

 Rekayasa  (Kualitas Dalam)

  •       Efisiensi (Efficiency) 
  •       Testabilitas (Testability) 
  •       Dokumentasi (Documentation) 
  •       Struktur (Structure) 

 Adaptabilitas (Kualitas ke Depan)

  •       Fleksibilitas (Flexibility) 
  •       Reusabilitas (Reusability) 
  •       Maintainabilitas (Maintainability) 



http://blog.stikom.edu/kjatmika/ (Romeo S.T, 2003)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar