360 Studio Labs
Kamis, 20 Juni 2013
Senin, 16 Januari 2012
Jnul Class Java Script Class
Jnul Class merupakan sebuah class javascript yang merupakan salah satu bahasa client side yang sering digunakan oleh para pecinta ajax(ajaxian) dan tak lupa Jquery juga salah satu faktor penting dalam pemrosesan sisi client side menggunakan javascript .Jnul class dibuat agar bagi pengcoding dapat mempercepat pemorsesan codingnya. Konsep OOP diterpakan dalam pemakainan Jnul Class , Untuk sementara versi awal-awal class ini hanya menangani operasi pada pemrosesan pengiriman data untuk melakukan ddl , dml disisi server side , sehingga membuat para pengkoding senang akan kemudahannya. Jnul Class dengan membungkus Jquery (Encapsulation). Dalam Jnul terdapat beberapa function diantaranya:
Untuk Mendownload Jnul Class ada di Sini
- Crud
- Select
- Search
- RequestP
- GeneralValidate
- RequiredInputNumber
- RequireMaxInputNumber
- RequireMinInputNumber
- AddTimes
- dan beberapa lainya
Untuk Mendownload Jnul Class ada di Sini
Rabu, 19 Oktober 2011
Perancangan Sistem Informasi Terstruktur
Dalam Pendesainan sebuah sistem terbagi menjadi 2 bagian yaitu :
Desain Sistem Scr. Umum/ General Systems Design, atau disebut conceptual design.
Desain Sistem Terinci, atau disebut physical design.
Setalah tahap analisis suatu sistem yaitu tahap pengembanagn sebuah sistem
di mulai dari pendefinisian dari kebutuhan fungsional dari sistem yang akan di buat dalam artian ini adalh user requirment dari pemakai sistem yang akan di kembangankan.maka dari itu persiapan untuk rancang bangun implementasi hendaknya dilakukan di awal sebelum sistem itu dirancang
denbgan cara menggambarkan bagaimana suatu sistem akan dibentuk dan di implementasiakan kedalam bentuk yang nyata.perancangan dapat berupa penggambaran, perencanaan & pembuatan sketsa/pengaturan dari beberapa elemen yg terpisah ke dlm satu kesatuan yg utuh & berfungsi.Termasuk menyangkut mengkonfirmasi komponen-komponen perangkat lunak & perangkat keras dari suatu sistem
Tujuan Desain
Tujuan dari desain sistem sendiri adalah untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem, apa saja yang di inginkan user harus di cantumkan pada saat proses pembuatan desain sistem agar memberikan gambaran yg jelas & rancang bangun yg lengkap kpd pemrogram komputer & ahli-ahli teknik yg lain, yg terlibat
Agar Tujuan tercapai, analis sistem harus mencapai sasaran:
Desain Sistem harus berguna, mudah dipahami & nantinya mudah digunakan.
Desain Sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan, sesuai dengan yg telah didefinisikan pd tahap perencanaan sistem.
Desain Sistem harus dpt mempersiapkan rancang bangun yg terinci, yg terdiri antara lain: data, informasi, file, metode-metode, prosedur, SDM, H/W, S/W.
DFD
Dfd merupakan sebuah alat bantu untuk merancang sebuah sistem yang mana alat bantu tersebut berupa gambaran dari bentuk sistem yang ditampilkan secara visual , agar pembuat sistem dapat mengerti akan alur sistem yang di buat dan dapat digunakan sebagai alat komunikasi antar pendesain sistem. di dalam dfd juga di muat sistem dan subsistem dari rancangan sistem tersebut.
Entitas (entitas eksternal)
Dalam sebuah sistem pastilah terlibat pengguna dari sistem tersebut. Pengguna sistem tersebut dapat disebut sebagai Entitas eksternal (bagian lain, perusahaan, seseorang atau mesin) yang dapat mengirim data atau menerima data dari sistem tersebut. Lebih mudah di bilang pemakai dari sistem tersebut.
Pada saat menggambarkan sebuah dfd pastinya ada data yang mengair dari suatu entitas ke dalam entitas yang lain, pada saat mengalirkan informasi sumber atau tujuan data yang dianggap eksternal terhadap sistem yang sedang digambarkan.pada proses penggambaran entitas harus diberi nama dengan suatu kata benda
entitas yang sama dapat digunakan lebih dari 1 kali atas suatu DFD tententu utk menghindari persilangan antara jalur aliran data.
Aliran Data
Ketika data mengalir dari suatu entitas ke entitas yang lain baik masuk kedalam sistem ataupun keluar dalam sistem maka itulah disebut aliran data.Untuk cara penggmabaran pada saat perpindahan data dari satu titik ke titik yang lain, dengan kepala tanda panah mengarah ke tujuan data digambarkan dengan kata benda.
Proses
Dalam suatu sistem pastinya memiliki sebuah proses , proses itu sendiri adalah proses yang adanya perubahan dari inputan dan keluar output, tapi output disini bukan document bisa juga variabel Proses selalu menunjukkan suatu perubahan data, jadi aliran data yang meninggalkan proses selalu diberi label yang berbeda.
Diberi nama dengan kata kerja
Penyimpanan Data
Diberi nama dengan kata benda yang sesuai data apa yang simpan di data store, misalnya Data Konsumen, Transaksi Penjualan, dan lainnya Penyimpanan data sementara, seperti kertas catatan atau sebuah file komputer sementara tidak dimasukkan ke dalam DFD.
Membuat Diagram Konteks
Diargram konteks merupakan sebuah semesta pembicaraan dari sebuah sistem atau dapat kita sebut sebagai gambaran umum sebuah sistem sehingga menunjukkan semua aktivitas keluar masuk sistem tersebut.Diagram konteks diberi nomor 0 (nol) pada saat membuat Diagram konteks tidak memuat penyimpanan data.
Diagram level 0
level o merupakan break down dari level context,masukan dan keluaran yang ditetapkan dalam diagram yang pertama tetap konstan dalam semua diagram sub urutannya
Diagram 0 adalah pengembangan diagram konteks dan dapat mencakup sampai 9 proses. Setiap proses diberi nomor bilangan bulat, umumnya dimulai dari sudut kiri atas diagram dan mengarah ke sudut sebelah kanan bawah
Penyimpanan data utama dari sistem dan semua entitas eksternal dimasukkan ke dalam diagram 0.
Diagram jenjang
Disain Diagram secara fisik (physical system design) atau disebut juga disain internal (internal design), yaitu perancangan bentuk fisik atau bagan arsitektur sistem yang diusulkan. Dalam merancang suatu sistem perlu diketahui hal yang akan menunjang sistem, agar dapat mempermudah pengolahan data nantinya. Pengolahan data ini diharapkan dapat mempermudah dalam hal penyajian, pelayanan dan pembuatan berbagai laporan data yang dibutuhkan.
Senin, 17 Oktober 2011
Testing Implementasi 2
Testing dan
Implementasi
Tujuan Testing:
Tujuan Testing:
·
Secara
Umum untuk melakukan verifikasi, validasi, deteksi error dan di gunakan untuk
menemukan masalah yang muncul pada saat melakukan testing sistem
·
Meningkatkan
kepercayaan pada client
·
Menyediakan
informasi yang dapat mencegah terulangnya error yang pernah terjadi
·
Menyediakan
informasi yang membantu deteksi error secara dini
·
Mencari
error kelemahan atau keterbatasan sistem
·
Menemukan
kemampuan dari sistem
·
Menyediakan
informasi untuk kualitas software
Misi dari tim Tester:
·
Meminimalkan
kegagalan proyek
·
Tidak
melakukan pembenahan hanya memberikan informasi tentang kesalahan yang terjadi pada sistem tersebut
·
Memberikan
pengukuran dari kualitas software
Menjadi seorang
tester yang baik hendaknya harus paham tentang kualitas dari software yang akan dilakukan dalam pembuatan
sistem, serta memahi arti dari komunikasi yang dilakukan dengan client
Psikologi testing
·
Seorang
pengembang bertugas untuk membanagun
·
Tester
mengahancurkan program
Prinsip –prinsip
testing:
·
Testing
tidak mungkin Komplit
·
Testing
merupakan Pekerjaankreatif dan sulit
Ø Testing harus mengetahui keseluruhan dari
sistem yang akan di testing
Ø Sistem sederhana atau tidak mudah di
pahami
Ø Untuk sukses melakukan testing yang baik:
§ Kreativitas
§ Pengalaman
§ Pengetahuan Bisnis
§ Metodology Testing
·
Alasan
untuk mencegah error
·
Testing
berbasis pada resiko
Ø Sumber daya dan biaya yang membatasi
Ø Biaya dari keterlambatan
Ø Kemungkinan cacat
Ø Kewajiban memenuhi kebutuhan bisnis
·
Testing
harus di rencanakan
Ø Menjaga arah tujuan testing untuk mengukur kualitas
Ø Menjaga kesesuaian penggunaan jadwal
proyek
Ø Membuat Test case dengan menetapkan hasil
tujuan test
·
http://blog.stikom.edu/kjatmika/
State Transioning
Model State transitioning merupakan bentuk perilaku dari sebuah program yang mana program tersebut memiliki alur untuk kondisi-kondisi tertentu pada sebuah aplikasi tersebut.
State transition testing menggunakan model sistem, yang terdiri dari:
-Status yang terdapat di dalam program.
-Transisi antar status-status tersebut.
-Kejadian yang merupakan sebab dari transisi-transisi tersebut.
-Aksi-aksi yang akan dihasilkan.
ibaratnya state ini kondisi perpindahan satu page ke satu page yang lain tetapi dengan kondisi awal dan kondisi akhir(state)
Model umumnya direpresentasikan dalam bentuk state transition diagram.
Test case ini di gunakan unntuk mengecek validasi dari program pada suatu event yang akan mengalami suatu perpindahan dari 1 state ke state yang lainya
fokus test case ini pada:
- awal mualai aplikasi
- Masukan(event)
- Keluaran
- Status Akhir
http://blog.stikom.edu/kjatmika/
Black box dan White Box Testing
White Box Testing
Adalah meramalkan cara kerja perangkat lunak secara rinci, karenanya
logikal path (jalur logika) perangkat lunak akan ditest dengan
menyediakan test case yang akan mengerjakan kumpulan kondisi dan
atau pengulangan secara spesifik. Secara sekilas dapat diambil
kesimpulan white box testing merupakan petunjuk untuk mendapatkan
program yang benar secara 100%.
Uji coba white box adalah metode perancangan test case yang
menggunakan struktur kontrol dari perancangan prosedural untuk
mendapatkan test case. Dengan rnenggunakan metode white box, analis
sistem akan dapat memperoleh test case yang:
· menjamin seluruh independent path di dalam modul yang dikerjakan
sekurang-kurangnya sekali
· mengerjakan seluruh keputusan logikal
· mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan batasannya
· mengerjakan seluruh struktur data internal yang menjamin validitas
Uji coba basis path adalah teknik uji coba white box yg diusulkan
Tom McCabe. Metode ini memungkinkan perancang test case mendapatkan
ukuran kekompleksan logical dari perancangan prosedural dan menggunkan
ukuran ini sbg petunjuk untuk mendefinisikan basis set dari jalur
pengerjaan. Test case yg didapat digunakan untuk mengerjakan basis set
yg menjamin pengerjaan setiap perintah minimal satu kali selama uji coba.
Black-box testing adalah metode pengujian perangkat lunak yang tes fungsionalitas dari aplikasi yang bertentangan dengan struktur internal atau kerja (lihat pengujian white-box). pengetahuan khusus dari kode aplikasi / struktur internal dan pengetahuan pemrograman pada umumnya tidak diperlukan. Uji kasus dibangun di sekitar spesifikasi dan persyaratan, yakni, aplikasi apa yang seharusnya dilakukan. Menggunakan deskripsi eksternal perangkat lunak, termasuk spesifikasi, persyaratan, dan desain untuk menurunkan uji kasus. Tes ini dapat menjadi fungsional atau non-fungsional, meskipun biasanya fungsional. Perancang uji memilih input yang valid dan tidak valid dan menentukan output yang benar. Tidak ada pengetahuan tentang struktur internal benda uji itu.
Metode uji dapat diterapkan pada semua tingkat pengujian perangkat lunak: unit, integrasi, fungsional, sistem dan penerimaan.Ini biasanya terdiri dari kebanyakan jika tidak semua pengujian pada tingkat yang lebih tinggi, tetapi juga bisa mendominasi unit testing juga.
BLACKBOX TESTING
Metode ujicoba blackbox memfokuskan pada keperluan fungsional dari software. Karna itu ujicoba
blackbox memungkinkan pengembang software untuk membuat himpunan kondisi input yang akan melatih
seluruh syarat-syarat fungsional suatu program. Ujicoba blackbox bukan merupakan alternatif dari ujicoba
whitebox, tetapi merupakan pendekatan yang melengkapi untuk menemukan kesalahan lainnya, selain
menggunakan metode whitebox.
Ujicoba blackbox berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya :
1. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang
2. Kesalahan interface
3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal
4. Kesalahan performa
5. kesalahan inisialisasi dan terminasi
Jenis teknik disain tes yang dapat dipilih berdasarkan pada tipe testing yang akan digunakan :
- Equivalence Partitioning
- Boundary Value Analysis
- State Transitions Testing
- Cause-Effect Graphing
Equivalence Partioning
Equivalence partitioning adalah metode pengujian black-box yg memecah atau membagi domain input dari program ke dalam kelas-kelas data sehingga test case dapat diperoleh. Perancangan test case equivalence partitioning berdasarkan evaluasi kelas equivalence untuk kondisi input yg menggambarkan kumpulan keadaan yg valid atau tidak. Kondisi input dapat berupa nilai numeric, range nilai,kumpulan nilai yg berhubungan atau kondisi Boolean.
Tujuan metode ini mencari kesalaman pada:
· Fungsi yg salah atau hilang
· Kesalahan pada interface
· Kesalahan pada struktur data atau akses database
· Kesalahan performansi
· Kesalahan inisialisasi dan tujuan akhir
Boundary Value Analysis
Boundary value analysis adalah suatu teknik disain test cases yang berguna untuk melakukan pengujian terhadap nilai sekitar dari pusat domain masukan. Teknik boundary value analysis merupakan komplemen dari teknik equivalence partitioning. disitu teknik ini merupakan kombinasi atau lanjutan dari teknik equivalence partioning
Setelah dilakukan pemilihan tiap elemen suatu kelas ekuivalensi (menggunakan equivalence partitioning), BVA melakukan pemilihan nilai batas-batas dari kelas untuk test cases.
BVA tidak hanya berfokus pada kondisi masukan, BVA membuat test cases dari domain keluaran juga.
http://blog.stikom.edu/kjatmika/
Test Case
Test case merupakan sesuatau yang dilakukan berdasarkan suatu inisialisasi , masukan ,kondisi,ataupun hasil yang telah ditentukan sebelumnya
Pendekatan testing untuk rekayasa perangkat lunak produk
Produk rekayasa perangkat lunak di ters dalam 2 cara yaitu:
• Dengan berdasarkan pada fungsi yang di spesifikasikan dan produk yang di tes da[at dilakukan dengan mendomonstrasikan tiap fungsi yang telah beroperasi secara penuh sesuai dengan yang diharapkan dan dilakukan pencarian pada tiap fungsi
• Operasi internal dari produk tes dapat dilakukan untuk memastikan semua komponen berjalan sebagaimana mestinya , operasi internal berlakuberdasarkan spesifikasi
White box testing digunakan untuk memecah struktur program sehingga mengetahui desain prosedural dari program tersebut.
White box testing diasosiasikan dengan pengukuran cakupan test yang mengukur presentase tipe yang dipilih untuk di ekseskusi oleh test case
Seringkali white box testing diasosiasikan dengan pengukuran cakupan tes (test coverage metrics), yang mengukur persentase jalur-jalur dari tipe yang diplih untuk dieksekusi oleh test cases.
White box testing di gunakan untuk menguji semua statement debug program
Cakupan pernyataan, cabang dan jalur adalah suatu teknik white box testing yang menggunakan alur logika dari program untuk membuat test cases.
Yang dimaksud dengan alur logika adalah cara dimana suatu bagian dari program tertentu dieksekusi saat menjalankan program.
Alur logika suatu program dapat direpresentasikan dengan flow graph, yang akan dibahas lebih lanjut pada sub bab berikutnya (basis path testing). Sebagai contoh dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
•Suatu flow graph terbentuk dari:
–Nodes (titik), mewakili pernyataan (atau sub program) yang akan ditinjau saat eksekusi program.
–Edges (anak panah), mewakili jalur alur logika program untuk menghubungkan satu pernyataan (atau sub program) dengan yang lainnya.
–Branch nodes (titik cabang), titik-titik yang mempunyai lebih dari satu anak panah keluaran.
–Branch edges (anak panah cabang), anak panah yang keluar dari suatu cabang
–Paths (jalur), jalur yang mungkin untuk bergerak dari satu titik ke lainnya sejalan dengan keberadaan arah anak panah.
Disain cakupan tes
•Untuk mendisain cakupan dari tes, perlu diketahui tahap-tahap sebagai berikut:
1.Menganalisa source code untuk membuat flow graph.
2.Mengidentifikasi jalur tes untuk mencapai pemenuhan tes berdasarkan pada flow graph.
3.Mengevaluasi kondisi tes yang akan dicapai dalam tiap tes.
4.Memberikan nilai masukan dan keluaran berdasarkan pada kondisi.
Cyclomatic Complexity
•Adalah pengukuran software yang memberikan pengukuran kuantitatif dari kompleksitas logika program.
•Pada konteks metode basis path testing , nilai yang dihitung bagi cyclomatic complexity menentukan jumlah jalur-jalur yang independen dalam kumpulan basis suatu program dan memberikan jumlah tes minimal yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa semua pernyataan telah dieksekusi sekurangnya satu kali.
•Jalur independen adalah tiap jalur pada program yang memperlihatkan 1 kelompok baru dari pernyataan proses atau kondisi baru.
http://blog.stikom.edu/kjatmika/
Langganan:
Postingan (Atom)



