Polymorpishm meruapakan sebuah sifat dalam bahasa pemrograman. Poly berarti "banyak" morph merupakan arti dari kata "bentuk" jadi kalau di gabung polymorpishm merupakan banyak bentuk. Nah disini arti dari banyak bentuk adalah betuk dari sifat atau method dari tiap class yang ada dalam bahasa pemrograman.
contoh permasalahan:
ada sebuah objek bernama setan , nah setan sendiri itu kan bentukanya macem-macem ada yang pocongan,sunder bolong, drakula, suster ngesot dan sebagainya. Nah setan - setan tersebut pastinya bisa berjalan kan . Tetapi perilaku dari berjalan mereka dapat berbeda-beda ada yang terbang, ada yang melompat - lompat ada yang ngesot . Nah di situlah bentuk dari polymorpishm. semoga analogi tersebut dapat menjadikan anda mengerti tentang konsep polymorpish
contoh dalam program:
class setan
{
protected String nama;
public setan(String nama)
{
this.nama=nama;
}
public String caraJalan()
{
return "";
}
}
dalam contoh program di atas setan merupakan class induk yang memiliki nama dan method caraJalan
nah untuk class anak dari setan ialah macam-macam setan seperti pocong, dan suster ngesot.
class pocong extends setan
{
public pocong(String nama)
{
super(nama);
}
public String caraJalan()
{
return "Lompat-lompat";
}
}
=============================================
=============================================
class suster_ngesot extends setan
{
public suster_ngesot(String nama)
{
super(nama);
}
public String caraJalan()
{
return "Ngesot ngesot";
}
}
nah semoga anda dapat mengerti tentang konsep dari polymorpihsm yaitu yang artinya banyak bentuk .
Rabu, 28 September 2011
Kamis, 15 September 2011
Objek String di Javascript
Pernakah anda mendengar kata javascript..
pasti pernah kan????
pasti pernah kan????
pernah kah anda menggunakan Objek String dalam javascript...
yupz , jawabanya tergantung anda sendiri yups mari kita selidiki String di javascript
yupz , jawabanya tergantung anda sendiri yups mari kita selidiki String di javascript
String adalah suatu objek yang merupakan kumpulan dari elemen karakter-karakter. Dalam Javascript string atau karakter harus diapit dengan tanda petik ganda(“) atau tanda petik tunggal(‘).
Contoh pendeklarasian Objek String :
Nama = “Zainul masadi”
Panjang = Nama,length; // Panjang akan berisi 13
Length adalah property yang sering digunakan dalam objek string yang digunakan Untuk mengetahui banyaknya karakter dalam suatu string.
Objek String juga memiliki method yang dapat digunakan untuk memanipulasi string tersebut. Adapun Method yang dapat digunakan meliputi :
| Method | Fungsi |
| big() | Tercetak lebih besar |
| blink() | Efek berkedip aktif pada browerNetscape |
| bold() | Tercetak tebal |
| charAt(n) | Mengambil karakter ke –n dari string. Index string dimulai dari 0 |
| fixed() | Tercetak fixed-pitch |
| fontcolor(‘warna’) | Tercetak sesuai warna yang didefinisikan |
| indexOf(‘char’) | Mengambil nilai indeks dari suatu karakter |
| italic() | Tercetak miring |
| link(‘url’) | Menjadikan string hyperlink |
| small() | Tercetak lebih kecil |
| strike() | Tercetak dengan coretan |
| sub() | Tercetak subscript |
| substring(a,b) | Mengambil karakter dari posisi a sampai b-1 |
| sup() | Tercetak superscript |
| toLowerCase() | Tercetak huruf kecil |
| toUpperCase() | Tercetak huruf besar |
| split(‘’) | Menjadikan string diuraikan/dipisahkan berdasarkan tanda (‘’). Hasil dari split akan dihasilkan sebuah array dengan indeks 0 untuk string ke 1 dan seterusnya. |
semoga method -method tersbut bermanfaat bagi anda ...
Senin, 12 September 2011
Konsep Data WareHouse
Data Warehouse (DW), merupakan suatu konsep dalam pengembangan sistem database yang terintegrasi dan biasanya digunakan untuk mengolah dan mengelola data untuk keperluan pengambilan keputusan. Definisi yang sederhana dari DW ini adalah sebagai berikut,
Data warehouse merupakan sebuah lingkungan informasi yang :
- Menyediakan gambaran informasi terpadu dari sebuah perusahaan
- Menjadikan informasi mutakhir dan informasi historis perusahaan gampang diakses untuk keperluan pengambilan keputusan stategis perusahaan
- Menjadikan sistem pengambilan keputusan terrealisasi dengan memanfaatkan data operasional perusahaan sudah yang ada
- Menyajikan informasi yang konsisten
- Menyajikan informasi yang fleksibel dan interaktif
Sedangkan untuk gambaran umum mengenai proses data warehouse ini, bisa kalian lihat di gambar berikut dibawah ini . Pada gambar tersebut menceritakan bahwa proses data warehouse itu bermula dari pengambilan data-data operasional, yang kemudian dilakukan proses transformasi (diekstrak, dibersihkan, dikumpulkan), kemudian data yang sudah ditransformasi tersebut disajikan dalam bentuk informasi strategis perusahaan.
Dari gambar diatas bisa kita uraikan proses yang ada pada DW ini adalah sebagai berikut :
- Pengambilan data dari data operasional yang sudah ada
- Tambahkan data dari sumber data lainnya diluar data operasional
- Integrasikan semua data dari berbagai sumber
- Hapus data yang tidak konsisten dan transformasikan data tersebut
- Simpan data dalam format yang sesuai agar dapat diakses dengan mudah untuk keperluan pengambilan keputusan
Dari penjelasan singkat diatas dapat kita simpulkan bahwa untuk lingkungan data warehouse ini minimal harus ada proses transformasi data sebagai berikut :
- Proses Transformasi data ke Informasi
- Transformasi informasi ke pengetahuan (Knowledge)
Minggu, 11 September 2011
Perencanaan Strategis
Apakah Perencanaan itu?
Perencanaan adalah Suatu proses antisipasi tentang kejadian & kondisi di masa mendatang, dan menentukan upaya terbaik yang mampu menyediakan informasi bermanfaat bagi organisasi / perusahaan.
Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya. Pada umumnya ada empat (4) fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling).
dalam Manajemen fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
Nah dalam Suatu Perencanaan terdapat tujuan dari perencanaan tersebut agar perencanaan tersebut tepat sesuai dengan nilai yang akan dicapai dari kegiatan tersebut
Perencanaan adalah Suatu proses antisipasi tentang kejadian & kondisi di masa mendatang, dan menentukan upaya terbaik yang mampu menyediakan informasi bermanfaat bagi organisasi / perusahaan.
Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya. Pada umumnya ada empat (4) fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling).
dalam Manajemen fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
Nah dalam Suatu Perencanaan terdapat tujuan dari perencanaan tersebut agar perencanaan tersebut tepat sesuai dengan nilai yang akan dicapai dari kegiatan tersebut
Tujuan dari Tim
Torretto Adalah mengambil uang milik tuan Reyes yang ada di Brankas yang di
simpan di suatu tempat yang di rahasiakan.
Gambar
1 Perencanaan untuk operasi pemngambilan uang reyes
Perencanaan awal dari Toretto selaku ketua tim ialah membentuk tim yang memiliki kemampuan spesifikasi di bidang masing-masing, maka dari itu Toretto memanggil orang-orang yang menurut dia ahli dan ia ketahui untuk melaksanakan tugas tesebut. Setelah berkumpul tim tersebut menjabarkan tujuan dari operasi pekerjaan tersebut , yaitu mengambil uang tuan reyes sebesar $100 million . dengan tujuan tersebut semua anggota tim setuju dan akan mendapatkan $11 million per orang
.
gambar
2 perencanaan yang matang untuk operasi yang besar
Rencana 1:
·
Membakar uang di tempat
penghitungan uang yang di simpan dalam rumah dengan tujuan agar uang di
kumpulkan menjadi satu oleh tuan reyes dan menebarkan rasa ketakutan.
·
Memata-matai petugas yang sedang
memindahkan uang ke tempat penyimpanan uang agar mengetahui pusat dari
penyimpanan uang tersebut.
Setelah mengetahui
pusat tempat penyimpanan uang yang ternyata di simpan di kantor kepolisian maka
tim toretto membuat rencana ke dua.
Rencana 2:
·
Torreto menyuruh anak buahnya
untuk mengirimkan barang berupa box yang berisi mobil mainan yang dilengkapi
dengan kamera pengintai dengan tujuan agar mengetahui posisi brankas tersebut.
·
Anak buah Torreto menyamar sebagai
cleaning service kemudian membersihkan kamar mandi dengan tujuan mengetahui
tempat kabel yang di buat untuk kamera cctv di kepolisian untuk di sadap.
Setelah mengetahui
posisi kamera pengintai tim berlatih untuk mengendarai mobil dengan kecepatan
tinggi agar tidak terekam oleh kamera pengintai.
Rencana 3 :
·
Membuat brankas palsu yang sama
untuk di pelajari agar mengetahui cara kerja dari brankas tersebut.
·
Setelah mempelajari dengan detail
brankas tersebut tim melakukan penyamaran untuk mengambil sidik telapak tangan
dari tuan reyes dengan cara mengambil sidik jari reyes yang menempel di bikini.
Rencana 4
·
Merampok mobil kepolisian guna
melakukan penyamaran saat mengambil brankas.
·
Menempatkan Mia sebagai
coordinator lapangan agar pada saat pelarian brankas mudah mengetahui jalan
yang kosong
·
Membawa brankas yang kosong dalam
truk kemudian terjadi menukarkan pada saat masuk di terowongan
·
Menyuruh Polisi dari FBI untuk
masuk terlebih dahulu ke kantor Kepolisian brasil dengan mobil anti peluru.
·
Membawa brankas tersebut kedalam
markas dan membongkarnya
Jadi dengan adanya suatu perencanaan yang matang maka diharapkan suatu misi dapat berjalan dengan lancar dan menjadi tepat sasaran. Dalam sebuah rencana rencana tersebut terdapat pilihan pilihan jika rencana A mengalami kegagalan
Jadi dengan adanya suatu perencanaan yang matang maka diharapkan suatu misi dapat berjalan dengan lancar dan menjadi tepat sasaran. Dalam sebuah rencana rencana tersebut terdapat pilihan pilihan jika rencana A mengalami kegagalan
Kamis, 08 September 2011
Audit TI
Audit teknologi informasi (Inggris: information
technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah bentuk
pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara
menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan
audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan
evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit
pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum
merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi
dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit
komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi
perusahaan itu telah
bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai
target organisasinya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa, saat ini, tingkat
ketergantungan dunia usaha dan sektor usaha lainnya, termasuk badan-badan
pemerintahan, terhadap teknologi informasi (TI) semakin lama semakin tinggi.
Pemanfaatan TI di satu sisi dapat meningkatkan keunggulan kompetitif suatu
organisasi, akan tetapi di sisi lain juga memungkinkan timbulnya risiko-risiko
yang sebelumnya tidak pernah ada.
Ron Weber, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Monash
University , dalam salah satu bukunya: Information
System Controls and Audit (Prentice-Hall,
2000) menyatakan beberapa alasan penting mengapa audit TI perlu dilakukan,
antara lain:
1. Kerugian
akibat kehilangan data
Saat ini, data telah menjadi salah satu aset terpenting bagi
suatu perusahaan. Bayangkan, jika Anda pimpinan perusahaan yang sebagian besar
penjualan yang Anda raih dilakukan dengan cara kredit dimana para pembeli akan
membayar tagihannya di kemudian hari. Untuk mencatat penjualan, Anda
menggunakan bantuan TI. Akibat terjadinya gangguan virus atau terjadi kebakaran
pada ruangan komputer yang Anda miliki, misalnya, maka seluruh data tagihan
tersebut hilang. Kehilangan data tersebut mungkin saja akan mengakibatkan
perusahaan Anda tidak dapat melakukan penagihan kepada para pelanggan. Atau,
kalaupun masih dapat dilakukan, waktu yang dibutuhkan menjadi sangat lama
karena Anda harus melakukan verifikasi manual atas dokumen penjualan yang Anda
miliki.
2. Kesalahan
dalam pengambilan keputusan
Banyak kalangan usaha yang saat ini telah menggunakan bantuan
Decision Support System (DSS) untuk mengambil keputusan-keputusan penting.
Dalam bidang kedokteran, misalnya, keputusan dokter untuk melakukan tindakan
operasi dapat saja ditentukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak
tersebut. Dapat dibayangkan risiko yang mungkin dapat ditimbulkan apabila sang
dokter salah memasukkan data pasien ke sistem TI yang digunakan. Taruhannya
bukan lagi material, melainkan nyawa seseorang.
3. Risiko
kebocoran data
Data bagi sebagian besar sektor usaha merupakan sumber daya
yang tidak ternilai harganya. Informasi mengenai pelanggan, misalnya, bisa jadi
merupakan kekuatan daya saing suatu perusahaan. Bayangkan, Anda seorang
direktur suatu perusahaan telekomunikasi yang memiliki 5 juta pelanggan. Tanpa
Anda sadari, satu persatu pelanggan perusahaan Anda telah beralih ke perusahaan
pesaing.
Setelah melalui proses audit, akhirnya diketahui bahwa data
pelanggan perusahaan Anda telah jatuh ke tangan perusahaan pesaing. Berdasarkan
data tersebut, perusahaan pesaing kemudian menawarkan jasa yang sama dengan
jasa yang Anda tawarkan ke pelanggan yang sama, tetapi dengan biaya yang
sedikit lebih rendah. Kebocoran data ini tidak saja berdampak terhadap
kehilangan sejumlah pelanggan, akan tetapi lebih jauh lagi bisa mengganggu
kelangsungan hidup perusahaan Anda.
4. Penyalahgunaan
Komputer
Alasan lain perlunya dilakukan audit TI adalah tingginya
tingkat penyalahgunaan komputer. Pihak-pihak yang dapat melakukan kejahatan
komputer sangat beraneka ragam. Kita mengenal adanya hackers dan crackers.
Hackers merupakan orang yang dengan sengaja memasuki suatu
sistem teknologi informasi secara tidak sah. Biasanya mereka melakukan
aktivitas hacking untuk kebanggaan diri sendiri atau kelompoknnya, tanpa
bermaksud merusak atau mengambil keuntungan atas tindakannya itu. Sedang,
Crackers di sisi lain melakukan aktivitasnya dengan tujuan mengambil keuntungan
sebanyak-banyaknya dari tindakannya tersebut, misalnya mengubah atau merusak
atau, bahkan, menghancurkan sistem komputer.
Kejahatan komputer juga bisa dilakukan oleh karyawan yang
merasa tidak puas dengan kebijakan perusahaan, baik yang saat ini masih aktif
bekerja di perusahaan yang bersangkutan maupun yang telah keluar. Sayangnya,
tidak semua perusahaan siap mengantisipasi adanya risiko-risiko tersebut.
Survei yang dilakukan oleh Ernst & Young (Global
Information Security Survey 2003) menemukan bahwa 34% dari total perusahaan
yang ada saat ini tidak memiliki mekanisme yang memadai untuk mendeteksi
kemungkinanan adanya serangan terhadap sistem mereka. Lebih dari 33%, bahkan menyatakan
bahwa mereka tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menindaklanjuti
ancaman-ancaman yang mungkin timbul.
5. Kerugian
akibat kesalahan proses perhitungan
Seringkali, TI digunakan untuk melakukan perhitungan yang
rumit. Salah satu alasan digunakannya TI adalah kemampuannya untuk mengolah
data secara cepat dan akurat (misalnya, penghitungan bunga bank). Penggunaan TI
untuk mendukung proses penghitungan bunga bukannya tanpa risiko kesalahan.
Risiko ini akan semakin besar, misalnya ketika bank tersebut baru saja berganti
sistem dari sistem yang sebelumnya mereka gunakan. Tanpa adanya mekanisme
pengembangan sistem yang memadai, mungkin saja terjadi kesalahan penghitungan
atau, bahkan, fraud. Kesalahan yang ditimbulkan oleh sistem baru ini akan sulit
terdeteksi tanpa adanya audit terhadap sistem tersebut.
6. Tingginya
nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer
Investasi yang dikeluarkan untuk suatu proyek TI seringkali
sangat besar. Bahkan, dari penelitian yang pernah dilakukan (Willcocks, 1991),
tercatat bahwa 20% pengeluaran TI terbuang secara percuma, 30-40% proyek TI
tidak mendatangkan keuntungan. Selan itu, sulit mengukur manfaat yang dapat diberikan
TI.
Untuk Indonesia , alokasi
anggaran untuk investasi di bidang TI relatif tidak lebih besar dibandingkan di
luar negeri. Di Indonesia besarnya alokasi anggaran berkisar 5-10%, sementara
di luar negeri bisa mencapai 30% dari total anggaran belanja perusahaan. Namun,
bila dilihat dari nilai absolut besarnya Rupiah yang dikeluarkan, jumlahnya
sangat besar. Perusahaan-perusahaan besar nasional, seperti Garuda Indonesia,
Telkom, dan Pertamina semuanya, saat ini, sudah menerapkan sistem ERP
(Enterprise Resource Planning) dan bahkan berbagai aplikasi lainnya yang
melibatkan investasi yang signifikan.
Komunikasi Auditor dengan Auditee
Paradigma audit telah berubah dari pencari kesalahan (watch dog) menjadi partner independen untuk meng-improve proses bisnis Auditee pada khususnya dan organisasi pada umumnya. Paradigma ini sangat penting dan harus dimiliki oleh setiap Auditor Teknologi Informasi. Namun demikian, agar pelaksanaan Audit Teknologi Informasi dapat memberikan hasil yang optimal, paradigma ini juga harus dimiliki oleh Auditee. Hal ini diperlukan agar Auditee tidak bersikap defensive / bertahan / tertutup akan tetapi cooperative dan terbuka demi kebaikan dan perkembangan Auditee dan organisasi.
Dalam konteks ini, penekanan kepemilikian paradigma tersebut di atas lebih saya tekankan pada Auditor Teknologi Informasi. Auditor Teknologi Informasi harus mampu meyakinkan Auditee bahwa kesalahan / kelemahan bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan akan tetapi harus diselesaikan dan Auditor Teknologi Informasi adalah partner independen yang akan membantu menyelesaikan masalah tersebut.
Untuk menerapkan paradigma tersebut, Auditor Teknologi Informasi tidak saja harus memiliki kemampuan teknis yang baik akan tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang hangat. Sering kali, Auditor Teknologi Informasi (yang umumnya berlatar belakang pendidikan di bidang Teknik) melakukan interview seperti layaknya seorang polisi yang sedang melakukan interograsi. Kaku, tegang, menekan, satu arah, intimidatif, dst. Hal inilah yang sering kali menyebabkan Auditee menjadi defensive / bertahan / tertutup sehingga pelaksanaan Audit Teknologi Informasi menjadi tidak optimal.
Kemampuan komunikasi yang baik dari seorang Auditor Teknologi Informasi tidak semata-mata hanya berdasarkan apa yang dimilikinya saja akan tetapi juga harus memperhatikan karakter dari Auditee. Komunikasi yang berhasil dengan baik pada satu Auditee belum tentu dapat dilakukan terhadap Auditee lainnya. Pengalaman membantu beberapa Bank dalam melaksanakan Audit Intern Teknologi Informasi berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 9/15/PBI/2007 memberikan pemahaman bahwa selain harus mengenal Proses Bisnis dan Arsitektur Teknologi Informasi, Auditor Teknologi Informasi juga harus mengenal dengan baik karakter dari Auditee-nya (counter part-nya, khususnya staf Divisi Teknologi Informasi).
Melalui pemahaman yang baik akan karakteristik Auditee, Auditor Teknologi Informasi dapat memilih cara yang tepat untuk berkomunikasi sehingga pelaksanaan Audit Teknologi Informasi dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar.
Rabu, 07 September 2011
Testing Dan Implementasi Sistem part 1
Pernakah anda mengalami error dalam membuat suatu software, pastilah anada pernah mengalamia hal tersebut
Error merupakan sebuah proses untuk menjadikan sebuah software tersebut menjadi benar , tetapi jika sudah benar software tersebut belum yakin benar di mata orang lain , maka dari itu munculah sebuah tester untuk mengetes kelayakan software tersebut. Dengan adanaya proses testing tersebut diharapakan munculah sebuah kepercayaan dari pada pengguna software tesrsebut bahwa software tersebut sudah melalui lolos uji kelayakan dan siap untuk di gunakan.
Whats is Testing ??
Definisi Testing
Beberapa definisi tentang testing:
Menurut Hetzel 1973:
Testing adalah proses pemantapan kepercayaan akan kinerja program atau sistem sebagaimana yang diharapkan.
Menurut Myers 1979:
Testing adalah proses eksekusi program atau sistem secara intens untuk menemukan error.
Menurut Hetzel 1983 (Revisi):
Testing adalah tiap aktivitas yang digunakan untuk dapat melakukan evaluasi suatu atribut atau kemampuan dari program atau sistem dan menentukan apakah telah memenuhi kebutuhan atau hasil yang diharapkan.
Menurut Standar ANSI/IEEE 1059:
Testing adalah proses menganalisa suatu entitas software untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang diinginkan (defects / errors / bugs) dan
Kesalahan dalam sebuah kegiatan testing bukanlah sebuah error atau pun bug tetapi merupakan sebuah hasil yang tidak diharapakan sesuai dengan spesifikasi dari permintaan customer. Dalam artian hal yang sedang terjadi tidak sama dengan hal yang diharapakan.
Beberapa Praktisi IT mengatakan bahwa testing sebuah sistem adalah:
• Melakukan cek pada program terhadap spesifikasi.
• Menemukan bug pada program.
• Menentukan penerimaan dari pengguna.
• Memastikan suatu sistem siap digunakan.
• Meningkatkan kepercayaan terhadap kinerja program.
• Memperlihatkan bahwa program berkerja dengan benar.
• Membuktikan bahwa error tidak terjadi.
• Mengetahui akan keterbatasan sistem.
• Mempelajari apa yang tak dapat dilakukan oleh sistem.
• Melakukan evaluasi kemampuan sistem.
• Verifikasi dokumen.
• Memastikan bahwa pekerjaan telah diselesaikan.
Ada keterkaitan antara verifikasi dan validasi dalam proses sebuah kegiatan testing sistem
Verifikasi
Apakah telah berlaku sebagaimana telah di tetapkan menurut spesifikasi di awal pembuata program? Dalam proses verifikasi dilakukan pengecekan atau pengetesan entitas-entitas , termasuk software untuk pemenuhandan konsistensi dengan melakukan evaluasi terhadap kebutuhan yan g telah di tetapkan
Validasi
apakah spesifikasi yang telah ditetapkan sudah memenuhi keinginan atau kebutuhan dari pengguna yang sebenarnya ?Validasi sendiri merupakan prose melihat jebenaran sebuah sistem , apakah sistem tersebut sesuai dengan kebutuhan pengguna atau tidak
Deteksi
Proses pendeteksian sebuah kesalahan maka harus dilakukan pengecekan error yang semaksimal mungkin dengan melakukan dan mencoba kesalahan kesalahan yang mungkin terjadi dalam sebuah sistem tersebut
Jadi dengan melakukan testing dapat menigkatkan kualitas dari software tersebut. Ditinjau dari sis tersebut testing dan Kualitas sebutah software memiliki sebuah hubungan di dalamnya.Software yang berkualitas harus memenhi dari bebearapa aspek berikut:
• Bebas error dan bug melalui sebuah proses pembuktian yang terstruktur , terencana dan terdokumentasi
• Tepat waktu dan Dana
• Sesuai dengan kebutuhan atau keinginan dan dapat dirawat
Testing membuat kualitas dapat dilihat secara obyektif, karena testing merupakan pengukuran dari kualitas software. Dengan kata lain testing berarti pengendalian kualitas (Quality Control - QC), dan QC mengukur kualitas produk, sedangkan jaminan kualitas (Quality Assurance – QA) mengukur kualitas proses yang digunakan untuk membuat produk berkualitas.
Dalam sebuah proses pembuatan sebuah program pastinya akan melewati beberapa tahapan yaitu : Requirment,
analysis, desain ,implementation, testing and deploy.
Dalam tahap requirment diperlukan sebuah standart umum sedangkan untuk memenuhi sebuah kualitas yang baik hendaknya QA (Quality Assurance).
QA senfiri digunakan untuk mengukur kualitas dari proses yang di gunakan untuk membuat sebbuah produk tersebut.
Berikut contoh yang mengilustrasikan beberapa faktor-faktor komponen yang sering
digunakan:
Fungsionalitas (Kualitas Luar)
- Kebenaran (Correctness)
- Reliabilitas (Reliability)
- Kegunaan (Usability)
- Integritas (Integrity)
Rekayasa (Kualitas Dalam)
- Efisiensi (Efficiency)
- Testabilitas (Testability)
- Dokumentasi (Documentation)
- Struktur (Structure)
Adaptabilitas (Kualitas ke Depan)
- Fleksibilitas (Flexibility)
- Reusabilitas (Reusability)
- Maintainabilitas (Maintainability)
http://blog.stikom.edu/kjatmika/ (Romeo S.T, 2003)
Langganan:
Postingan (Atom)



