Rabu, 28 September 2011

Polymorpishm

Polymorpishm meruapakan sebuah sifat dalam bahasa pemrograman. Poly berarti "banyak" morph merupakan arti dari kata "bentuk" jadi kalau di gabung polymorpishm merupakan banyak bentuk. Nah disini arti dari banyak bentuk adalah betuk dari sifat atau method dari tiap class yang ada dalam bahasa pemrograman.

contoh permasalahan:

ada sebuah objek bernama setan , nah setan sendiri itu kan bentukanya macem-macem ada yang pocongan,sunder bolong, drakula, suster ngesot dan sebagainya. Nah setan - setan tersebut pastinya bisa berjalan kan . Tetapi perilaku dari berjalan mereka dapat berbeda-beda ada yang terbang, ada yang melompat - lompat ada yang ngesot . Nah di situlah bentuk dari polymorpishm. semoga analogi tersebut dapat menjadikan anda mengerti tentang konsep polymorpish

contoh dalam program:

class setan
{
    protected String nama;
    public setan(String nama)
    {
        this.nama=nama;
    }
    public String caraJalan()
    {
        return "";
    }
}

dalam contoh program di atas setan merupakan class induk yang memiliki nama dan method caraJalan
nah untuk class anak dari setan ialah macam-macam setan seperti pocong, dan suster ngesot.
class pocong extends setan
{
    public pocong(String nama)
    {
        super(nama);
    }
    public String caraJalan()
    {
        return "Lompat-lompat";
    }
}
=============================================
=============================================
class suster_ngesot extends setan
{
    public suster_ngesot(String nama)
    {
        super(nama);
    }
    public String caraJalan()
    {
        return "Ngesot ngesot";
    }
}

nah semoga anda dapat mengerti tentang konsep dari polymorpihsm yaitu yang artinya banyak bentuk .

Kamis, 15 September 2011

Objek String di Javascript


Pernakah anda mendengar kata javascript..
pasti pernah kan????
pernah kah anda menggunakan Objek String dalam javascript...
yupz , jawabanya tergantung anda sendiri yups mari kita selidiki String di javascript
String adalah suatu objek yang merupakan kumpulan dari elemen karakter-karakter. Dalam Javascript string atau karakter harus diapit dengan tanda petik ganda(“) atau tanda petik tunggal(‘).
Contoh pendeklarasian Objek String :

Nama = “Zainul masadi”
Panjang = Nama,length; // Panjang akan berisi 13

Length adalah property yang sering digunakan dalam objek string yang digunakan Untuk mengetahui banyaknya karakter dalam suatu string.
Objek String juga memiliki method yang dapat digunakan untuk memanipulasi string tersebut. Adapun Method yang dapat digunakan meliputi :


Method Fungsi
big() Tercetak lebih besar
blink() Efek berkedip aktif pada browerNetscape
bold() Tercetak tebal
charAt(n) Mengambil karakter ke –n dari string. Index string dimulai dari 0
fixed() Tercetak fixed-pitch
fontcolor(‘warna’) Tercetak sesuai warna yang didefinisikan
indexOf(‘char’) Mengambil nilai indeks dari suatu karakter
italic() Tercetak miring
link(‘url’) Menjadikan string hyperlink
small() Tercetak lebih kecil
strike() Tercetak dengan coretan
sub() Tercetak subscript
substring(a,b) Mengambil karakter dari posisi a sampai b-1
sup() Tercetak superscript
toLowerCase() Tercetak huruf kecil
toUpperCase() Tercetak huruf besar
split(‘’) Menjadikan string diuraikan/dipisahkan berdasarkan tanda (‘’). Hasil dari split akan dihasilkan sebuah array dengan indeks 0 untuk string ke 1 dan seterusnya.

semoga method -method tersbut bermanfaat bagi anda ...

Senin, 12 September 2011

Konsep Data WareHouse


Data Warehouse (DW), merupakan suatu konsep dalam pengembangan sistem database yang terintegrasi dan biasanya digunakan untuk mengolah dan mengelola data untuk keperluan pengambilan keputusan. Definisi yang sederhana dari DW ini adalah sebagai berikut,
Data warehouse merupakan sebuah lingkungan informasi yang :
  • Menyediakan gambaran informasi terpadu dari sebuah perusahaan
  • Menjadikan informasi mutakhir dan informasi historis perusahaan gampang diakses untuk keperluan pengambilan keputusan stategis perusahaan
  • Menjadikan sistem pengambilan keputusan terrealisasi dengan memanfaatkan data operasional perusahaan sudah yang ada
  • Menyajikan informasi yang konsisten
  • Menyajikan informasi yang fleksibel dan interaktif
Sedangkan untuk gambaran umum mengenai proses data warehouse ini, bisa kalian lihat di gambar berikut dibawah ini . Pada gambar tersebut menceritakan bahwa proses data warehouse itu bermula dari pengambilan data-data operasional, yang kemudian dilakukan proses transformasi (diekstrak, dibersihkan, dikumpulkan), kemudian data yang sudah ditransformasi tersebut disajikan dalam bentuk informasi strategis perusahaan.

Dari gambar diatas bisa kita uraikan proses yang ada pada DW ini adalah sebagai berikut :
  • Pengambilan data dari data operasional yang sudah ada
  • Tambahkan data dari sumber data lainnya diluar data operasional
  • Integrasikan semua data dari berbagai sumber
  • Hapus data yang tidak konsisten dan transformasikan data tersebut
  • Simpan data dalam format yang sesuai agar dapat diakses dengan mudah untuk keperluan pengambilan keputusan
Dari penjelasan singkat diatas dapat kita simpulkan bahwa untuk lingkungan data warehouse ini minimal harus ada proses transformasi data sebagai berikut :
  • Proses Transformasi data ke Informasi
  • Transformasi informasi ke pengetahuan (Knowledge)

Minggu, 11 September 2011

Perencanaan Strategis

Apakah Perencanaan itu?


Perencanaan adalah Suatu proses antisipasi tentang kejadian & kondisi di masa mendatang, dan menentukan upaya terbaik yang mampu menyediakan informasi bermanfaat bagi organisasi / perusahaan.


Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya. Pada umumnya ada empat (4) fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling).
dalam Manajemen fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.


Nah dalam Suatu Perencanaan terdapat tujuan dari perencanaan tersebut agar perencanaan tersebut tepat sesuai dengan  nilai yang akan dicapai dari kegiatan tersebut
Tujuan dari Tim Torretto Adalah mengambil uang milik tuan Reyes yang ada di Brankas yang di simpan di suatu tempat yang di rahasiakan.

Gambar 1 Perencanaan untuk operasi pemngambilan uang reyes
Perencanaan awal dari Toretto selaku ketua tim ialah membentuk tim yang memiliki kemampuan spesifikasi di bidang masing-masing, maka dari itu Toretto memanggil orang-orang yang menurut dia ahli dan ia ketahui untuk melaksanakan tugas tesebut. Setelah berkumpul tim tersebut menjabarkan tujuan dari operasi pekerjaan tersebut , yaitu mengambil uang tuan reyes sebesar  $100 million . dengan tujuan tersebut semua anggota tim setuju dan akan mendapatkan $11 million per orang
.
gambar 2 perencanaan yang matang untuk operasi yang besar
Rencana 1:
·         Membakar uang di tempat penghitungan uang yang di simpan dalam rumah dengan tujuan agar uang di kumpulkan menjadi satu oleh tuan reyes dan menebarkan rasa ketakutan.
·         Memata-matai petugas yang sedang memindahkan uang ke tempat penyimpanan uang agar mengetahui pusat dari penyimpanan uang tersebut.
Setelah mengetahui pusat tempat penyimpanan uang yang ternyata di simpan di kantor kepolisian maka tim toretto membuat rencana ke dua.
Rencana 2:
·         Torreto menyuruh anak buahnya untuk mengirimkan barang berupa box yang berisi mobil mainan yang dilengkapi dengan kamera pengintai dengan tujuan agar mengetahui posisi brankas tersebut.
·         Anak buah Torreto menyamar sebagai cleaning service kemudian membersihkan kamar mandi dengan tujuan mengetahui tempat kabel yang di buat untuk kamera cctv di kepolisian untuk di sadap.
Setelah mengetahui posisi kamera pengintai tim berlatih untuk mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar tidak terekam oleh kamera pengintai.
Rencana 3 :
·         Membuat brankas palsu yang sama untuk di pelajari agar mengetahui cara kerja dari brankas tersebut.
·         Setelah mempelajari dengan detail brankas tersebut tim melakukan penyamaran untuk mengambil sidik telapak tangan dari tuan reyes dengan cara mengambil sidik jari reyes yang menempel di bikini.
Rencana 4
·         Merampok mobil kepolisian guna melakukan penyamaran saat mengambil brankas.
·         Menempatkan Mia sebagai coordinator lapangan agar pada saat pelarian brankas mudah mengetahui jalan yang kosong
·         Membawa brankas yang kosong dalam truk kemudian terjadi menukarkan pada saat masuk di terowongan
·         Menyuruh Polisi dari FBI untuk masuk terlebih dahulu ke kantor Kepolisian brasil dengan mobil  anti peluru.
·         Membawa brankas tersebut kedalam markas dan membongkarnya
     
      Jadi dengan adanya suatu perencanaan yang matang maka diharapkan suatu misi dapat berjalan dengan lancar dan menjadi tepat sasaran. Dalam sebuah rencana rencana tersebut terdapat pilihan pilihan jika rencana A mengalami kegagalan 





Kamis, 08 September 2011

Audit TI



Audit teknologi informasi (Inggris: information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah 
bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa, saat ini, tingkat ketergantungan dunia usaha dan sektor usaha lainnya, termasuk badan-badan pemerintahan, terhadap teknologi informasi (TI) semakin lama semakin tinggi. Pemanfaatan TI di satu sisi dapat meningkatkan keunggulan kompetitif suatu organisasi, akan tetapi di sisi lain juga memungkinkan timbulnya risiko-risiko yang sebelumnya tidak pernah ada.
Ron Weber, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Monash University , dalam salah satu bukunya: Information System Controls and Audit (Prentice-Hall, 2000) menyatakan beberapa alasan penting mengapa audit TI perlu dilakukan, antara lain:

1. Kerugian akibat kehilangan data
Saat ini, data telah menjadi salah satu aset terpenting bagi suatu perusahaan. Bayangkan, jika Anda pimpinan perusahaan yang sebagian besar penjualan yang Anda raih dilakukan dengan cara kredit dimana para pembeli akan membayar tagihannya di kemudian hari. Untuk mencatat penjualan, Anda menggunakan bantuan TI. Akibat terjadinya gangguan virus atau terjadi kebakaran pada ruangan komputer yang Anda miliki, misalnya, maka seluruh data tagihan tersebut hilang. Kehilangan data tersebut mungkin saja akan mengakibatkan perusahaan Anda tidak dapat melakukan penagihan kepada para pelanggan. Atau, kalaupun masih dapat dilakukan, waktu yang dibutuhkan menjadi sangat lama karena Anda harus melakukan verifikasi manual atas dokumen penjualan yang Anda miliki.

2. Kesalahan dalam pengambilan keputusan
Banyak kalangan usaha yang saat ini telah menggunakan bantuan Decision Support System (DSS) untuk mengambil keputusan-keputusan penting. Dalam bidang kedokteran, misalnya, keputusan dokter untuk melakukan tindakan operasi dapat saja ditentukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak tersebut. Dapat dibayangkan risiko yang mungkin dapat ditimbulkan apabila sang dokter salah memasukkan data pasien ke sistem TI yang digunakan. Taruhannya bukan lagi material, melainkan nyawa seseorang.

3. Risiko kebocoran data
Data bagi sebagian besar sektor usaha merupakan sumber daya yang tidak ternilai harganya. Informasi mengenai pelanggan, misalnya, bisa jadi merupakan kekuatan daya saing suatu perusahaan. Bayangkan, Anda seorang direktur suatu perusahaan telekomunikasi yang memiliki 5 juta pelanggan. Tanpa Anda sadari, satu persatu pelanggan perusahaan Anda telah beralih ke perusahaan pesaing.
Setelah melalui proses audit, akhirnya diketahui bahwa data pelanggan perusahaan Anda telah jatuh ke tangan perusahaan pesaing. Berdasarkan data tersebut, perusahaan pesaing kemudian menawarkan jasa yang sama dengan jasa yang Anda tawarkan ke pelanggan yang sama, tetapi dengan biaya yang sedikit lebih rendah. Kebocoran data ini tidak saja berdampak terhadap kehilangan sejumlah pelanggan, akan tetapi lebih jauh lagi bisa mengganggu kelangsungan hidup perusahaan Anda.

4. Penyalahgunaan Komputer
Alasan lain perlunya dilakukan audit TI adalah tingginya tingkat penyalahgunaan komputer. Pihak-pihak yang dapat melakukan kejahatan komputer sangat beraneka ragam. Kita mengenal adanya hackers dan crackers.
Hackers merupakan orang yang dengan sengaja memasuki suatu sistem teknologi informasi secara tidak sah. Biasanya mereka melakukan aktivitas hacking untuk kebanggaan diri sendiri atau kelompoknnya, tanpa bermaksud merusak atau mengambil keuntungan atas tindakannya itu. Sedang, Crackers di sisi lain melakukan aktivitasnya dengan tujuan mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari tindakannya tersebut, misalnya mengubah atau merusak atau, bahkan, menghancurkan sistem komputer.
Kejahatan komputer juga bisa dilakukan oleh karyawan yang merasa tidak puas dengan kebijakan perusahaan, baik yang saat ini masih aktif bekerja di perusahaan yang bersangkutan maupun yang telah keluar. Sayangnya, tidak semua perusahaan siap mengantisipasi adanya risiko-risiko tersebut.
Survei yang dilakukan oleh Ernst & Young (Global Information Security Survey 2003) menemukan bahwa 34% dari total perusahaan yang ada saat ini tidak memiliki mekanisme yang memadai untuk mendeteksi kemungkinanan adanya serangan terhadap sistem mereka. Lebih dari 33%, bahkan menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menindaklanjuti ancaman-ancaman yang mungkin timbul.

5. Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan
Seringkali, TI digunakan untuk melakukan perhitungan yang rumit. Salah satu alasan digunakannya TI adalah kemampuannya untuk mengolah data secara cepat dan akurat (misalnya, penghitungan bunga bank). Penggunaan TI untuk mendukung proses penghitungan bunga bukannya tanpa risiko kesalahan. Risiko ini akan semakin besar, misalnya ketika bank tersebut baru saja berganti sistem dari sistem yang sebelumnya mereka gunakan. Tanpa adanya mekanisme pengembangan sistem yang memadai, mungkin saja terjadi kesalahan penghitungan atau, bahkan, fraud. Kesalahan yang ditimbulkan oleh sistem baru ini akan sulit terdeteksi tanpa adanya audit terhadap sistem tersebut.

6. Tingginya nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer
Investasi yang dikeluarkan untuk suatu proyek TI seringkali sangat besar. Bahkan, dari penelitian yang pernah dilakukan (Willcocks, 1991), tercatat bahwa 20% pengeluaran TI terbuang secara percuma, 30-40% proyek TI tidak mendatangkan keuntungan. Selan itu, sulit mengukur manfaat yang dapat diberikan TI.
Untuk Indonesia , alokasi anggaran untuk investasi di bidang TI relatif tidak lebih besar dibandingkan di luar negeri. Di Indonesia besarnya alokasi anggaran berkisar 5-10%, sementara di luar negeri bisa mencapai 30% dari total anggaran belanja perusahaan. Namun, bila dilihat dari nilai absolut besarnya Rupiah yang dikeluarkan, jumlahnya sangat besar. Perusahaan-perusahaan besar nasional, seperti Garuda Indonesia, Telkom, dan Pertamina semuanya, saat ini, sudah menerapkan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) dan bahkan berbagai aplikasi lainnya yang melibatkan investasi yang signifikan.

Komunikasi Auditor dengan Auditee


Paradigma audit telah berubah dari pencari kesalahan (watch dog) menjadi partner independen untuk meng-improve proses bisnis Auditee pada khususnya dan organisasi pada umumnya. Paradigma ini sangat penting dan harus dimiliki oleh setiap Auditor Teknologi Informasi. Namun demikian, agar pelaksanaan Audit Teknologi Informasi dapat memberikan hasil yang optimal, paradigma ini juga harus dimiliki oleh Auditee. Hal ini diperlukan agar Auditee tidak bersikap defensive / bertahan / tertutup akan tetapi cooperative dan terbuka demi kebaikan dan perkembangan Auditee dan organisasi.
Dalam konteks ini, penekanan kepemilikian paradigma tersebut di atas lebih saya tekankan pada Auditor Teknologi Informasi. Auditor Teknologi Informasi harus mampu meyakinkan Auditee bahwa kesalahan / kelemahan bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan akan tetapi harus diselesaikan dan Auditor Teknologi Informasi adalah partner independen yang akan membantu menyelesaikan masalah tersebut.
Untuk menerapkan paradigma tersebut, Auditor Teknologi Informasi tidak saja harus memiliki kemampuan teknis yang baik akan tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang hangat. Sering kali, Auditor Teknologi Informasi (yang umumnya berlatar belakang pendidikan di bidang Teknik) melakukan interview seperti layaknya seorang polisi yang sedang melakukan interograsi. Kaku, tegang, menekan, satu arah, intimidatif, dst. Hal inilah yang sering kali menyebabkan Auditee menjadi defensive / bertahan / tertutup sehingga pelaksanaan Audit Teknologi Informasi menjadi tidak optimal.
Kemampuan komunikasi yang baik dari seorang Auditor Teknologi Informasi tidak semata-mata hanya berdasarkan apa yang dimilikinya saja akan tetapi juga harus memperhatikan karakter dari Auditee. Komunikasi yang berhasil dengan baik pada satu Auditee belum tentu dapat dilakukan terhadap Auditee lainnya. Pengalaman membantu beberapa Bank dalam melaksanakan Audit Intern Teknologi Informasi berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 9/15/PBI/2007 memberikan pemahaman bahwa selain harus mengenal Proses Bisnis dan Arsitektur Teknologi Informasi, Auditor Teknologi Informasi juga harus mengenal dengan baik karakter dari Auditee-nya (counter part-nya, khususnya staf Divisi Teknologi Informasi).
Melalui pemahaman yang baik akan karakteristik Auditee, Auditor Teknologi Informasi dapat memilih cara yang tepat untuk berkomunikasi sehingga pelaksanaan Audit Teknologi Informasi dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar.

Rabu, 07 September 2011

Testing Dan Implementasi Sistem part 1


Pernakah anda mengalami error dalam membuat suatu software, pastilah anada pernah mengalamia hal tersebut
Error merupakan sebuah proses untuk menjadikan sebuah software tersebut menjadi benar , tetapi  jika sudah  benar software tersebut belum yakin benar di mata orang lain , maka dari itu munculah sebuah tester untuk mengetes kelayakan software tersebut. Dengan adanaya proses testing tersebut diharapakan munculah sebuah kepercayaan dari pada pengguna software tesrsebut bahwa software tersebut sudah melalui lolos uji kelayakan dan siap untuk di gunakan.
Whats is Testing ??
Definisi Testing
Beberapa definisi tentang testing:
 Menurut Hetzel 1973:
Testing   adalah   proses   pemantapan    kepercayaan     akan   kinerja   program    atau  sistem sebagaimana yang diharapkan.
 Menurut Myers 1979:
Testing  adalah   proses   eksekusi  program   atau   sistem   secara   intens   untuk  menemukan  error.
 Menurut  Hetzel 1983 (Revisi):
Testing  adalah   tiap   aktivitas   yang   digunakan  untuk   dapat   melakukan   evaluasi  suatu atribut  atau  kemampuan  dari  program    atau  sistem   dan   menentukan     apakah    telah  memenuhi kebutuhan atau hasil yang diharapkan.
 Menurut Standar ANSI/IEEE 1059:
Testing adalah proses menganalisa suatu entitas software untuk mendeteksi perbedaan antara  kondisi   yang  ada  dengan  kondisi   yang  diinginkan  (defects  /   errors   /  bugs)   dan
Kesalahan dalam sebuah kegiatan testing  bukanlah sebuah error atau pun bug tetapi merupakan sebuah hasil yang tidak diharapakan sesuai dengan spesifikasi dari permintaan customer. Dalam artian hal yang sedang terjadi tidak sama dengan hal yang diharapakan.
Beberapa Praktisi  IT mengatakan bahwa testing sebuah sistem adalah:
Melakukan cek pada program terhadap spesifikasi.
Menemukan bug pada program.
Menentukan penerimaan dari pengguna.
Memastikan suatu sistem siap digunakan.
Meningkatkan kepercayaan terhadap kinerja program.
Memperlihatkan bahwa program berkerja dengan benar.
Membuktikan bahwa error tidak terjadi.
Mengetahui akan keterbatasan sistem.
Mempelajari apa yang tak dapat dilakukan oleh sistem.
Melakukan evaluasi kemampuan sistem.
Verifikasi dokumen.
Memastikan bahwa pekerjaan telah diselesaikan.
Ada keterkaitan antara verifikasi dan validasi dalam proses sebuah kegiatan  testing sistem

Verifikasi
Apakah telah berlaku sebagaimana telah di tetapkan menurut spesifikasi di awal  pembuata program? Dalam proses verifikasi dilakukan pengecekan atau pengetesan entitas-entitas , termasuk  software untuk pemenuhandan konsistensi dengan  melakukan evaluasi terhadap kebutuhan yan g telah di tetapkan
Validasi
apakah spesifikasi yang telah ditetapkan sudah memenuhi keinginan atau kebutuhan dari pengguna yang sebenarnya ?Validasi sendiri merupakan prose melihat jebenaran sebuah sistem , apakah sistem tersebut sesuai dengan kebutuhan pengguna atau tidak
Deteksi
Proses pendeteksian sebuah  kesalahan maka harus dilakukan pengecekan error yang semaksimal mungkin dengan melakukan dan mencoba kesalahan kesalahan yang mungkin terjadi dalam sebuah sistem tersebut
Jadi dengan melakukan testing dapat menigkatkan kualitas dari software tersebut. Ditinjau dari sis tersebut testing dan  Kualitas sebutah software memiliki sebuah hubungan di dalamnya.Software yang berkualitas harus memenhi dari bebearapa aspek  berikut:
Bebas error dan bug melalui sebuah proses pembuktian yang terstruktur , terencana dan terdokumentasi
Tepat waktu dan Dana
Sesuai dengan kebutuhan atau keinginan dan dapat  dirawat
Testing     membuat     kualitas   dapat    dilihat  secara    obyektif,   karena    testing   merupakan pengukuran   dari   kualitas  software.  Dengan   kata   lain   testing   berarti   pengendalian  kualitas (Quality   Control   -   QC),   dan   QC  mengukur   kualitas   produk,   sedangkan   jaminan   kualitas (Quality Assurance – QA) mengukur kualitas proses yang digunakan untuk membuat produk berkualitas.
Dalam sebuah proses pembuatan sebuah program pastinya akan melewati beberapa tahapan  yaitu : Requirment,
analysis, desain ,implementation, testing and deploy.

Dalam tahap requirment diperlukan sebuah standart umum sedangkan untuk memenuhi sebuah kualitas yang baik hendaknya QA (Quality Assurance).
QA senfiri digunakan untuk mengukur kualitas dari proses yang di gunakan untuk membuat sebbuah produk tersebut.
Berikut    contoh    yang    mengilustrasikan     beberapa    faktor-faktor   komponen      yang    sering
digunakan:
 Fungsionalitas (Kualitas Luar)

  •       Kebenaran (Correctness) 
  •       Reliabilitas (Reliability) 
  •       Kegunaan (Usability) 
  •       Integritas (Integrity) 

 Rekayasa  (Kualitas Dalam)

  •       Efisiensi (Efficiency) 
  •       Testabilitas (Testability) 
  •       Dokumentasi (Documentation) 
  •       Struktur (Structure) 

 Adaptabilitas (Kualitas ke Depan)

  •       Fleksibilitas (Flexibility) 
  •       Reusabilitas (Reusability) 
  •       Maintainabilitas (Maintainability) 



http://blog.stikom.edu/kjatmika/ (Romeo S.T, 2003)