Rabu, 19 Oktober 2011

Perancangan Sistem Informasi Terstruktur


Dalam Pendesainan sebuah sistem terbagi menjadi 2 bagian yaitu :

Desain Sistem Scr. Umum/ General Systems Design, atau disebut conceptual design.
Desain Sistem Terinci, atau disebut physical design.

Setalah tahap analisis suatu sistem yaitu tahap pengembanagn  sebuah sistem

di mulai dari pendefinisian dari kebutuhan fungsional dari sistem yang akan di buat dalam artian ini adalh user requirment dari pemakai sistem yang akan di kembangankan.maka dari itu persiapan untuk rancang bangun implementasi hendaknya dilakukan di awal sebelum sistem itu dirancang
denbgan cara menggambarkan bagaimana suatu sistem akan dibentuk dan di implementasiakan kedalam bentuk yang nyata.perancangan dapat berupa penggambaran, perencanaan & pembuatan sketsa/pengaturan dari beberapa elemen yg terpisah ke dlm satu kesatuan yg utuh & berfungsi.Termasuk menyangkut mengkonfirmasi komponen-komponen perangkat lunak & perangkat keras dari suatu sistem


Tujuan Desain
Tujuan dari desain sistem sendiri adalah untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem, apa saja yang di inginkan user harus di cantumkan pada saat proses pembuatan desain sistem agar memberikan gambaran yg jelas & rancang bangun yg lengkap kpd pemrogram komputer & ahli-ahli teknik yg lain, yg terlibat


Agar Tujuan tercapai, analis sistem harus mencapai sasaran:
Desain Sistem harus berguna, mudah dipahami & nantinya mudah digunakan.
Desain Sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan, sesuai dengan yg telah didefinisikan pd tahap perencanaan sistem.
Desain Sistem harus dpt mempersiapkan rancang bangun yg terinci, yg terdiri antara lain: data, informasi, file, metode-metode, prosedur, SDM, H/W, S/W.





DFD
Dfd merupakan sebuah alat bantu untuk merancang sebuah sistem yang mana alat bantu tersebut berupa gambaran dari bentuk sistem yang ditampilkan secara visual , agar pembuat sistem dapat mengerti akan alur sistem yang di buat dan dapat digunakan sebagai alat komunikasi antar pendesain sistem.  di dalam dfd juga di muat sistem dan subsistem dari rancangan sistem tersebut.


Entitas (entitas eksternal)
Dalam sebuah sistem pastilah terlibat pengguna dari sistem tersebut. Pengguna sistem tersebut dapat disebut sebagai Entitas eksternal (bagian lain, perusahaan, seseorang atau mesin) yang dapat mengirim data atau menerima data dari sistem tersebut. Lebih mudah di bilang pemakai dari sistem tersebut.
Pada saat menggambarkan sebuah dfd pastinya ada data yang mengair dari suatu entitas ke dalam entitas yang lain, pada saat mengalirkan informasi sumber atau tujuan data yang dianggap eksternal terhadap sistem yang sedang digambarkan.pada proses penggambaran entitas harus diberi nama dengan suatu kata benda
entitas yang sama dapat digunakan lebih dari 1 kali atas suatu DFD tententu utk menghindari persilangan antara jalur aliran data.


Aliran Data
Ketika data mengalir dari suatu entitas  ke entitas yang lain baik masuk kedalam sistem ataupun keluar dalam sistem maka itulah disebut aliran data.Untuk cara penggmabaran pada saat perpindahan data dari satu titik ke titik yang lain, dengan kepala tanda panah mengarah ke tujuan data digambarkan dengan kata benda.


Proses
Dalam suatu sistem pastinya memiliki sebuah proses , proses itu sendiri adalah proses yang adanya perubahan dari inputan dan keluar output, tapi output disini bukan document bisa juga variabel Proses selalu menunjukkan suatu perubahan data, jadi aliran data yang meninggalkan proses selalu diberi label yang berbeda.
Diberi nama dengan kata kerja


Penyimpanan Data
Diberi nama dengan kata benda yang sesuai data apa yang simpan di data store, misalnya Data Konsumen, Transaksi Penjualan, dan lainnya Penyimpanan data sementara, seperti kertas catatan atau sebuah file komputer sementara tidak dimasukkan ke dalam DFD.


Membuat Diagram Konteks

Diargram konteks merupakan sebuah semesta pembicaraan dari sebuah sistem atau dapat kita sebut sebagai gambaran umum sebuah sistem sehingga menunjukkan semua aktivitas keluar masuk sistem tersebut.Diagram konteks diberi nomor 0 (nol) pada saat membuat Diagram konteks tidak memuat penyimpanan data.


Diagram level 0
level o merupakan break down dari level context,masukan dan keluaran yang ditetapkan dalam diagram yang pertama tetap konstan dalam semua diagram sub urutannya
Diagram 0 adalah pengembangan diagram konteks dan dapat mencakup sampai 9 proses. Setiap proses diberi nomor bilangan bulat, umumnya dimulai dari sudut kiri atas diagram dan mengarah ke sudut sebelah kanan bawah
Penyimpanan data utama dari sistem dan semua entitas eksternal dimasukkan ke dalam diagram 0.
Diagram jenjang
Disain Diagram  secara fisik (physical system design) atau disebut juga disain internal (internal design), yaitu perancangan bentuk fisik atau bagan arsitektur sistem yang diusulkan. Dalam merancang suatu sistem perlu diketahui hal yang akan menunjang sistem, agar dapat mempermudah pengolahan data nantinya. Pengolahan data ini diharapkan dapat mempermudah dalam hal penyajian, pelayanan dan pembuatan berbagai laporan data yang dibutuhkan.



Senin, 17 Oktober 2011

Testing Implementasi 2


Testing dan Implementasi
Tujuan Testing:
·         Secara Umum untuk melakukan verifikasi, validasi, deteksi error dan di gunakan untuk menemukan masalah yang muncul pada saat melakukan testing sistem
·         Meningkatkan kepercayaan pada client
·         Menyediakan informasi yang dapat mencegah terulangnya error yang pernah terjadi
·         Menyediakan informasi yang membantu deteksi error secara dini
·         Mencari error kelemahan atau keterbatasan sistem
·         Menemukan kemampuan dari sistem
·         Menyediakan informasi untuk kualitas software
Misi dari tim Tester:
·         Meminimalkan kegagalan proyek
·         Tidak melakukan pembenahan hanya memberikan informasi tentang kesalahan  yang terjadi pada sistem  tersebut
·         Memberikan pengukuran dari kualitas software
Menjadi seorang tester yang baik hendaknya harus paham tentang kualitas dari  software yang akan dilakukan dalam pembuatan sistem, serta memahi arti dari komunikasi yang dilakukan dengan client
Psikologi testing
·         Seorang pengembang bertugas untuk membanagun
·         Tester mengahancurkan program
Prinsip –prinsip testing:
·         Testing tidak mungkin Komplit
·         Testing merupakan Pekerjaankreatif dan sulit
Ø  Testing harus mengetahui keseluruhan dari sistem yang akan di testing
Ø  Sistem sederhana atau tidak mudah di pahami
Ø  Untuk sukses melakukan testing yang baik:
§  Kreativitas
§  Pengalaman
§  Pengetahuan Bisnis
§  Metodology Testing
·         Alasan untuk  mencegah error
·         Testing berbasis pada resiko
Ø  Sumber daya dan biaya yang membatasi
Ø  Biaya dari keterlambatan
Ø  Kemungkinan cacat
Ø  Kewajiban memenuhi kebutuhan bisnis
·         Testing harus di rencanakan
Ø  Menjaga arah tujuan testing  untuk mengukur kualitas
Ø  Menjaga kesesuaian penggunaan jadwal proyek
Ø  Membuat Test case dengan menetapkan hasil tujuan test
·     


http://blog.stikom.edu/kjatmika/

State Transioning



Model State transitioning merupakan bentuk perilaku dari sebuah  program yang mana program tersebut memiliki alur untuk kondisi-kondisi tertentu pada sebuah aplikasi tersebut.

State transition testing menggunakan model sistem, yang terdiri dari:

-Status yang terdapat di dalam program.
-Transisi antar status-status tersebut.
-Kejadian yang merupakan sebab dari transisi-transisi tersebut.
-Aksi-aksi yang akan dihasilkan.

ibaratnya state ini kondisi perpindahan satu page ke satu page yang lain tetapi dengan kondisi awal dan kondisi akhir(state)

Model umumnya direpresentasikan dalam bentuk state transition diagram.
Test case ini di gunakan unntuk mengecek validasi dari program pada suatu event yang akan mengalami suatu perpindahan dari 1  state ke state yang lainya

fokus test case ini pada:
- awal mualai aplikasi
- Masukan(event)
- Keluaran
- Status Akhir










http://blog.stikom.edu/kjatmika/

Black box dan White Box Testing


White Box Testing
Adalah meramalkan cara kerja perangkat lunak secara rinci, karenanya
logikal path (jalur logika) perangkat lunak akan ditest dengan
menyediakan test case yang akan mengerjakan kumpulan kondisi dan
atau pengulangan secara spesifik. Secara sekilas dapat diambil
kesimpulan white box testing merupakan petunjuk untuk mendapatkan
program yang benar secara 100%.
Uji coba white box adalah metode perancangan test case yang
menggunakan struktur kontrol dari perancangan prosedural untuk
mendapatkan test case. Dengan rnenggunakan metode white box, analis
sistem akan dapat memperoleh test case yang:
· menjamin seluruh independent path di dalam modul yang dikerjakan
sekurang-kurangnya sekali
· mengerjakan seluruh keputusan logikal
· mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan batasannya
· mengerjakan seluruh struktur data internal yang menjamin validitas

Uji coba basis path adalah teknik uji coba white box yg diusulkan
Tom McCabe. Metode ini memungkinkan perancang test case mendapatkan
ukuran kekompleksan logical dari perancangan prosedural dan menggunkan
ukuran ini sbg petunjuk untuk mendefinisikan basis set dari jalur
pengerjaan. Test case yg didapat digunakan untuk mengerjakan basis set
yg menjamin pengerjaan setiap perintah minimal satu kali selama uji coba.



Black-box testing adalah metode pengujian perangkat lunak yang tes fungsionalitas dari aplikasi yang bertentangan dengan struktur internal atau kerja (lihat pengujian white-box). pengetahuan khusus dari kode aplikasi / struktur internal dan pengetahuan pemrograman pada umumnya tidak diperlukan. Uji kasus dibangun di sekitar spesifikasi dan persyaratan, yakni, aplikasi apa yang seharusnya dilakukan. Menggunakan deskripsi eksternal perangkat lunak, termasuk spesifikasi, persyaratan, dan desain untuk menurunkan uji kasus. Tes ini dapat menjadi fungsional atau non-fungsional, meskipun biasanya fungsional. Perancang uji memilih input yang valid dan tidak valid dan menentukan output yang benar. Tidak ada pengetahuan tentang struktur internal benda uji itu.
Metode uji dapat diterapkan pada semua tingkat pengujian perangkat lunak: unit, integrasi, fungsional, sistem dan penerimaan.Ini biasanya terdiri dari kebanyakan jika tidak semua pengujian pada tingkat yang lebih tinggi, tetapi juga bisa mendominasi unit testing juga.


BLACKBOX TESTING

Metode ujicoba blackbox memfokuskan pada keperluan fungsional dari software. Karna itu ujicoba
blackbox memungkinkan pengembang software untuk membuat himpunan kondisi input yang akan melatih
seluruh syarat-syarat fungsional suatu program. Ujicoba blackbox bukan merupakan alternatif dari ujicoba
whitebox, tetapi merupakan pendekatan yang melengkapi untuk menemukan kesalahan lainnya, selain
menggunakan metode whitebox.

Ujicoba blackbox berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya :

1. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang

2. Kesalahan interface

3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal

4. Kesalahan performa

5. kesalahan inisialisasi dan terminasi

Jenis teknik disain tes yang dapat dipilih berdasarkan pada tipe testing yang akan digunakan :

- Equivalence Partitioning
- Boundary Value Analysis
- State Transitions Testing
- Cause-Effect Graphing


Equivalence Partioning
Equivalence partitioning adalah metode pengujian black-box yg memecah atau membagi domain input dari program ke dalam kelas-kelas data sehingga test case dapat diperoleh. Perancangan test case equivalence partitioning berdasarkan evaluasi kelas equivalence untuk kondisi input yg menggambarkan kumpulan keadaan yg valid atau tidak. Kondisi input dapat berupa nilai numeric, range nilai,kumpulan nilai yg berhubungan atau kondisi Boolean.



Tujuan metode ini mencari kesalaman pada:
· Fungsi yg salah atau hilang
· Kesalahan pada interface
· Kesalahan pada struktur data atau akses database
· Kesalahan performansi
· Kesalahan inisialisasi dan tujuan akhir

Boundary Value  Analysis

Boundary value analysis adalah suatu teknik disain test cases yang berguna untuk melakukan pengujian terhadap nilai sekitar dari pusat domain masukan. Teknik boundary value analysis merupakan komplemen dari teknik equivalence partitioning. disitu teknik ini merupakan kombinasi atau lanjutan dari teknik equivalence partioning
Setelah dilakukan pemilihan tiap elemen suatu kelas ekuivalensi (menggunakan equivalence partitioning), BVA melakukan pemilihan nilai batas-batas dari kelas untuk test cases.
BVA tidak hanya berfokus pada kondisi masukan, BVA membuat test cases dari domain keluaran juga.

http://blog.stikom.edu/kjatmika/

Test Case


Test case merupakan sesuatau  yang dilakukan berdasarkan suatu inisialisasi , masukan ,kondisi,ataupun hasil yang telah  ditentukan sebelumnya
Pendekatan testing untuk rekayasa perangkat lunak produk
Produk  rekayasa perangkat lunak di ters dalam  2 cara yaitu:
Dengan berdasarkan pada fungsi yang di spesifikasikan dan produk yang di tes da[at dilakukan dengan  mendomonstrasikan tiap fungsi yang telah beroperasi secara penuh sesuai dengan yang diharapkan dan dilakukan pencarian pada tiap fungsi
Operasi internal dari produk tes dapat dilakukan untuk memastikan semua komponen berjalan sebagaimana mestinya , operasi internal berlakuberdasarkan spesifikasi
White box testing digunakan untuk memecah struktur program sehingga mengetahui desain prosedural dari program tersebut.
White box testing diasosiasikan dengan pengukuran cakupan test yang mengukur presentase tipe yang dipilih untuk di ekseskusi oleh test case
Seringkali white box testing diasosiasikan dengan pengukuran cakupan tes (test coverage metrics), yang mengukur persentase jalur-jalur dari tipe yang diplih untuk dieksekusi oleh test cases.
White box testing di gunakan untuk menguji semua statement debug program
Cakupan pernyataan, cabang dan jalur adalah suatu teknik white box testing yang menggunakan alur logika dari program untuk membuat test cases.
Yang dimaksud dengan alur logika adalah cara dimana suatu bagian dari program tertentu dieksekusi saat menjalankan program.
Alur logika suatu program dapat direpresentasikan dengan flow graph, yang akan dibahas lebih lanjut pada sub bab berikutnya (basis path testing). Sebagai contoh dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
•Suatu flow graph terbentuk dari:
–Nodes (titik), mewakili pernyataan (atau sub program) yang akan ditinjau saat eksekusi program.
–Edges (anak panah), mewakili jalur alur logika program untuk menghubungkan satu pernyataan (atau sub program) dengan yang lainnya.
–Branch nodes (titik cabang), titik-titik yang mempunyai lebih dari satu anak panah keluaran.
–Branch edges (anak panah cabang), anak panah yang keluar dari suatu cabang
–Paths (jalur), jalur yang mungkin untuk bergerak dari satu titik ke lainnya sejalan dengan keberadaan arah anak panah.
Disain cakupan tes
•Untuk mendisain cakupan dari tes, perlu diketahui tahap-tahap sebagai berikut:
1.Menganalisa source code untuk membuat flow graph.
2.Mengidentifikasi jalur tes untuk mencapai pemenuhan tes berdasarkan pada flow graph.
3.Mengevaluasi kondisi tes yang akan dicapai dalam tiap tes.
4.Memberikan nilai masukan dan keluaran berdasarkan pada kondisi.

Cyclomatic Complexity
•Adalah pengukuran software yang memberikan pengukuran kuantitatif dari kompleksitas logika program.
•Pada konteks metode basis path testing , nilai yang dihitung bagi cyclomatic complexity menentukan  jumlah jalur-jalur yang independen dalam kumpulan basis suatu program dan memberikan jumlah tes minimal yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa semua pernyataan telah dieksekusi sekurangnya satu kali.
•Jalur independen adalah tiap jalur pada program yang memperlihatkan 1 kelompok baru dari pernyataan proses atau kondisi baru.




http://blog.stikom.edu/kjatmika/

Kamis, 06 Oktober 2011

Function dan Prototypes JavaScript



Function dalam javascript menurut saya dapat berfungsi layaknya class. Dalam pemrograman function di gunakan untuk memecah belah program agar program menjadi lebih sederhana dan ketika mendebug alur program menjadi lebih muda. dalam function kadang juga terdapat nilai balik dengan keyword return sedangkan untuk keyword this merupakan keyword yang di gunakan untuk memanggil dirinya sendiri .nah dalam contoh berikut saya akan menggunakan sebuah penggunaan function dalam javascript:

function cat(nama)
{
    this.nama = nama;
    this.suara = function(){
        alert(this.nama + " mengeluarkan meong")
    }
    this.umur= function(){
         return 21;
    }
}

cat1 = new cat("kucing ku")
cat1.suara()
document.write(cat1.umur());



prototypes dalam sebuah function di javascript di gunakan untuk mendaftarkan sebuah method kedalam sebuah object. sehingga anda dapat menambahkan properti dan function kedalam objek yang telah mendefinisikan sebuah function.


                var a = function(name)
{
this.name = name;
}

var myObj = new a('hello world');

a.prototype.print = function() {
alert(this.name);
}

myObj.print();

nah semoga bermanfaat untuk pemahaman Prototype :)



semoga bermanfaat artikel tersebut. keep original

Object JavaScript

Ketika anda membuat sebuah program dengan menggunakan javascript kebanyakan atau bahkan jarang yang menggunakan konsep OO di javascript.
kali ini saya akan mencoba mengulas konsep OO di javascript salah satunya adalah :
Object

Object
Mendengar kata objek mungkin lebih mungkin anda lebih sering mendengar JSON(javascript Object Notation)
tentu dengan contoh berikut merupakan penggunaan secara dasar dari Object di javascript versi Literal


var Person = {
name : null,
age : null,
getName : function(){
document.write("Nama Saya : " + this.name);
},
getAge : function(){
document.write("Umur Saya : " + this.age);
},
setName : function(name){
this.name = name;
}
};

nah dalam contoh tersebut object Person berarti memiliki properti nama dan umur dalam object person memiliki function getName dan getAge serta setName
untuk memanggil objek tersebut kita harus menginstance objek tersebut seperti

var man = Person;
man.setName("Zainul");
man.getName();
var woman = Person;
woman.setName("XXXX");
woman.getName();


semoga bermanfaat artikel ini. :)





Rabu, 28 September 2011

Polymorpishm

Polymorpishm meruapakan sebuah sifat dalam bahasa pemrograman. Poly berarti "banyak" morph merupakan arti dari kata "bentuk" jadi kalau di gabung polymorpishm merupakan banyak bentuk. Nah disini arti dari banyak bentuk adalah betuk dari sifat atau method dari tiap class yang ada dalam bahasa pemrograman.

contoh permasalahan:

ada sebuah objek bernama setan , nah setan sendiri itu kan bentukanya macem-macem ada yang pocongan,sunder bolong, drakula, suster ngesot dan sebagainya. Nah setan - setan tersebut pastinya bisa berjalan kan . Tetapi perilaku dari berjalan mereka dapat berbeda-beda ada yang terbang, ada yang melompat - lompat ada yang ngesot . Nah di situlah bentuk dari polymorpishm. semoga analogi tersebut dapat menjadikan anda mengerti tentang konsep polymorpish

contoh dalam program:

class setan
{
    protected String nama;
    public setan(String nama)
    {
        this.nama=nama;
    }
    public String caraJalan()
    {
        return "";
    }
}

dalam contoh program di atas setan merupakan class induk yang memiliki nama dan method caraJalan
nah untuk class anak dari setan ialah macam-macam setan seperti pocong, dan suster ngesot.
class pocong extends setan
{
    public pocong(String nama)
    {
        super(nama);
    }
    public String caraJalan()
    {
        return "Lompat-lompat";
    }
}
=============================================
=============================================
class suster_ngesot extends setan
{
    public suster_ngesot(String nama)
    {
        super(nama);
    }
    public String caraJalan()
    {
        return "Ngesot ngesot";
    }
}

nah semoga anda dapat mengerti tentang konsep dari polymorpihsm yaitu yang artinya banyak bentuk .

Kamis, 15 September 2011

Objek String di Javascript


Pernakah anda mendengar kata javascript..
pasti pernah kan????
pernah kah anda menggunakan Objek String dalam javascript...
yupz , jawabanya tergantung anda sendiri yups mari kita selidiki String di javascript
String adalah suatu objek yang merupakan kumpulan dari elemen karakter-karakter. Dalam Javascript string atau karakter harus diapit dengan tanda petik ganda(“) atau tanda petik tunggal(‘).
Contoh pendeklarasian Objek String :

Nama = “Zainul masadi”
Panjang = Nama,length; // Panjang akan berisi 13

Length adalah property yang sering digunakan dalam objek string yang digunakan Untuk mengetahui banyaknya karakter dalam suatu string.
Objek String juga memiliki method yang dapat digunakan untuk memanipulasi string tersebut. Adapun Method yang dapat digunakan meliputi :


Method Fungsi
big() Tercetak lebih besar
blink() Efek berkedip aktif pada browerNetscape
bold() Tercetak tebal
charAt(n) Mengambil karakter ke –n dari string. Index string dimulai dari 0
fixed() Tercetak fixed-pitch
fontcolor(‘warna’) Tercetak sesuai warna yang didefinisikan
indexOf(‘char’) Mengambil nilai indeks dari suatu karakter
italic() Tercetak miring
link(‘url’) Menjadikan string hyperlink
small() Tercetak lebih kecil
strike() Tercetak dengan coretan
sub() Tercetak subscript
substring(a,b) Mengambil karakter dari posisi a sampai b-1
sup() Tercetak superscript
toLowerCase() Tercetak huruf kecil
toUpperCase() Tercetak huruf besar
split(‘’) Menjadikan string diuraikan/dipisahkan berdasarkan tanda (‘’). Hasil dari split akan dihasilkan sebuah array dengan indeks 0 untuk string ke 1 dan seterusnya.

semoga method -method tersbut bermanfaat bagi anda ...

Senin, 12 September 2011

Konsep Data WareHouse


Data Warehouse (DW), merupakan suatu konsep dalam pengembangan sistem database yang terintegrasi dan biasanya digunakan untuk mengolah dan mengelola data untuk keperluan pengambilan keputusan. Definisi yang sederhana dari DW ini adalah sebagai berikut,
Data warehouse merupakan sebuah lingkungan informasi yang :
  • Menyediakan gambaran informasi terpadu dari sebuah perusahaan
  • Menjadikan informasi mutakhir dan informasi historis perusahaan gampang diakses untuk keperluan pengambilan keputusan stategis perusahaan
  • Menjadikan sistem pengambilan keputusan terrealisasi dengan memanfaatkan data operasional perusahaan sudah yang ada
  • Menyajikan informasi yang konsisten
  • Menyajikan informasi yang fleksibel dan interaktif
Sedangkan untuk gambaran umum mengenai proses data warehouse ini, bisa kalian lihat di gambar berikut dibawah ini . Pada gambar tersebut menceritakan bahwa proses data warehouse itu bermula dari pengambilan data-data operasional, yang kemudian dilakukan proses transformasi (diekstrak, dibersihkan, dikumpulkan), kemudian data yang sudah ditransformasi tersebut disajikan dalam bentuk informasi strategis perusahaan.

Dari gambar diatas bisa kita uraikan proses yang ada pada DW ini adalah sebagai berikut :
  • Pengambilan data dari data operasional yang sudah ada
  • Tambahkan data dari sumber data lainnya diluar data operasional
  • Integrasikan semua data dari berbagai sumber
  • Hapus data yang tidak konsisten dan transformasikan data tersebut
  • Simpan data dalam format yang sesuai agar dapat diakses dengan mudah untuk keperluan pengambilan keputusan
Dari penjelasan singkat diatas dapat kita simpulkan bahwa untuk lingkungan data warehouse ini minimal harus ada proses transformasi data sebagai berikut :
  • Proses Transformasi data ke Informasi
  • Transformasi informasi ke pengetahuan (Knowledge)

Minggu, 11 September 2011

Perencanaan Strategis

Apakah Perencanaan itu?


Perencanaan adalah Suatu proses antisipasi tentang kejadian & kondisi di masa mendatang, dan menentukan upaya terbaik yang mampu menyediakan informasi bermanfaat bagi organisasi / perusahaan.


Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya. Pada umumnya ada empat (4) fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling).
dalam Manajemen fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.


Nah dalam Suatu Perencanaan terdapat tujuan dari perencanaan tersebut agar perencanaan tersebut tepat sesuai dengan  nilai yang akan dicapai dari kegiatan tersebut
Tujuan dari Tim Torretto Adalah mengambil uang milik tuan Reyes yang ada di Brankas yang di simpan di suatu tempat yang di rahasiakan.

Gambar 1 Perencanaan untuk operasi pemngambilan uang reyes
Perencanaan awal dari Toretto selaku ketua tim ialah membentuk tim yang memiliki kemampuan spesifikasi di bidang masing-masing, maka dari itu Toretto memanggil orang-orang yang menurut dia ahli dan ia ketahui untuk melaksanakan tugas tesebut. Setelah berkumpul tim tersebut menjabarkan tujuan dari operasi pekerjaan tersebut , yaitu mengambil uang tuan reyes sebesar  $100 million . dengan tujuan tersebut semua anggota tim setuju dan akan mendapatkan $11 million per orang
.
gambar 2 perencanaan yang matang untuk operasi yang besar
Rencana 1:
·         Membakar uang di tempat penghitungan uang yang di simpan dalam rumah dengan tujuan agar uang di kumpulkan menjadi satu oleh tuan reyes dan menebarkan rasa ketakutan.
·         Memata-matai petugas yang sedang memindahkan uang ke tempat penyimpanan uang agar mengetahui pusat dari penyimpanan uang tersebut.
Setelah mengetahui pusat tempat penyimpanan uang yang ternyata di simpan di kantor kepolisian maka tim toretto membuat rencana ke dua.
Rencana 2:
·         Torreto menyuruh anak buahnya untuk mengirimkan barang berupa box yang berisi mobil mainan yang dilengkapi dengan kamera pengintai dengan tujuan agar mengetahui posisi brankas tersebut.
·         Anak buah Torreto menyamar sebagai cleaning service kemudian membersihkan kamar mandi dengan tujuan mengetahui tempat kabel yang di buat untuk kamera cctv di kepolisian untuk di sadap.
Setelah mengetahui posisi kamera pengintai tim berlatih untuk mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar tidak terekam oleh kamera pengintai.
Rencana 3 :
·         Membuat brankas palsu yang sama untuk di pelajari agar mengetahui cara kerja dari brankas tersebut.
·         Setelah mempelajari dengan detail brankas tersebut tim melakukan penyamaran untuk mengambil sidik telapak tangan dari tuan reyes dengan cara mengambil sidik jari reyes yang menempel di bikini.
Rencana 4
·         Merampok mobil kepolisian guna melakukan penyamaran saat mengambil brankas.
·         Menempatkan Mia sebagai coordinator lapangan agar pada saat pelarian brankas mudah mengetahui jalan yang kosong
·         Membawa brankas yang kosong dalam truk kemudian terjadi menukarkan pada saat masuk di terowongan
·         Menyuruh Polisi dari FBI untuk masuk terlebih dahulu ke kantor Kepolisian brasil dengan mobil  anti peluru.
·         Membawa brankas tersebut kedalam markas dan membongkarnya
     
      Jadi dengan adanya suatu perencanaan yang matang maka diharapkan suatu misi dapat berjalan dengan lancar dan menjadi tepat sasaran. Dalam sebuah rencana rencana tersebut terdapat pilihan pilihan jika rencana A mengalami kegagalan 





Kamis, 08 September 2011

Audit TI



Audit teknologi informasi (Inggris: information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah 
bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa, saat ini, tingkat ketergantungan dunia usaha dan sektor usaha lainnya, termasuk badan-badan pemerintahan, terhadap teknologi informasi (TI) semakin lama semakin tinggi. Pemanfaatan TI di satu sisi dapat meningkatkan keunggulan kompetitif suatu organisasi, akan tetapi di sisi lain juga memungkinkan timbulnya risiko-risiko yang sebelumnya tidak pernah ada.
Ron Weber, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Monash University , dalam salah satu bukunya: Information System Controls and Audit (Prentice-Hall, 2000) menyatakan beberapa alasan penting mengapa audit TI perlu dilakukan, antara lain:

1. Kerugian akibat kehilangan data
Saat ini, data telah menjadi salah satu aset terpenting bagi suatu perusahaan. Bayangkan, jika Anda pimpinan perusahaan yang sebagian besar penjualan yang Anda raih dilakukan dengan cara kredit dimana para pembeli akan membayar tagihannya di kemudian hari. Untuk mencatat penjualan, Anda menggunakan bantuan TI. Akibat terjadinya gangguan virus atau terjadi kebakaran pada ruangan komputer yang Anda miliki, misalnya, maka seluruh data tagihan tersebut hilang. Kehilangan data tersebut mungkin saja akan mengakibatkan perusahaan Anda tidak dapat melakukan penagihan kepada para pelanggan. Atau, kalaupun masih dapat dilakukan, waktu yang dibutuhkan menjadi sangat lama karena Anda harus melakukan verifikasi manual atas dokumen penjualan yang Anda miliki.

2. Kesalahan dalam pengambilan keputusan
Banyak kalangan usaha yang saat ini telah menggunakan bantuan Decision Support System (DSS) untuk mengambil keputusan-keputusan penting. Dalam bidang kedokteran, misalnya, keputusan dokter untuk melakukan tindakan operasi dapat saja ditentukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak tersebut. Dapat dibayangkan risiko yang mungkin dapat ditimbulkan apabila sang dokter salah memasukkan data pasien ke sistem TI yang digunakan. Taruhannya bukan lagi material, melainkan nyawa seseorang.

3. Risiko kebocoran data
Data bagi sebagian besar sektor usaha merupakan sumber daya yang tidak ternilai harganya. Informasi mengenai pelanggan, misalnya, bisa jadi merupakan kekuatan daya saing suatu perusahaan. Bayangkan, Anda seorang direktur suatu perusahaan telekomunikasi yang memiliki 5 juta pelanggan. Tanpa Anda sadari, satu persatu pelanggan perusahaan Anda telah beralih ke perusahaan pesaing.
Setelah melalui proses audit, akhirnya diketahui bahwa data pelanggan perusahaan Anda telah jatuh ke tangan perusahaan pesaing. Berdasarkan data tersebut, perusahaan pesaing kemudian menawarkan jasa yang sama dengan jasa yang Anda tawarkan ke pelanggan yang sama, tetapi dengan biaya yang sedikit lebih rendah. Kebocoran data ini tidak saja berdampak terhadap kehilangan sejumlah pelanggan, akan tetapi lebih jauh lagi bisa mengganggu kelangsungan hidup perusahaan Anda.

4. Penyalahgunaan Komputer
Alasan lain perlunya dilakukan audit TI adalah tingginya tingkat penyalahgunaan komputer. Pihak-pihak yang dapat melakukan kejahatan komputer sangat beraneka ragam. Kita mengenal adanya hackers dan crackers.
Hackers merupakan orang yang dengan sengaja memasuki suatu sistem teknologi informasi secara tidak sah. Biasanya mereka melakukan aktivitas hacking untuk kebanggaan diri sendiri atau kelompoknnya, tanpa bermaksud merusak atau mengambil keuntungan atas tindakannya itu. Sedang, Crackers di sisi lain melakukan aktivitasnya dengan tujuan mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari tindakannya tersebut, misalnya mengubah atau merusak atau, bahkan, menghancurkan sistem komputer.
Kejahatan komputer juga bisa dilakukan oleh karyawan yang merasa tidak puas dengan kebijakan perusahaan, baik yang saat ini masih aktif bekerja di perusahaan yang bersangkutan maupun yang telah keluar. Sayangnya, tidak semua perusahaan siap mengantisipasi adanya risiko-risiko tersebut.
Survei yang dilakukan oleh Ernst & Young (Global Information Security Survey 2003) menemukan bahwa 34% dari total perusahaan yang ada saat ini tidak memiliki mekanisme yang memadai untuk mendeteksi kemungkinanan adanya serangan terhadap sistem mereka. Lebih dari 33%, bahkan menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menindaklanjuti ancaman-ancaman yang mungkin timbul.

5. Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan
Seringkali, TI digunakan untuk melakukan perhitungan yang rumit. Salah satu alasan digunakannya TI adalah kemampuannya untuk mengolah data secara cepat dan akurat (misalnya, penghitungan bunga bank). Penggunaan TI untuk mendukung proses penghitungan bunga bukannya tanpa risiko kesalahan. Risiko ini akan semakin besar, misalnya ketika bank tersebut baru saja berganti sistem dari sistem yang sebelumnya mereka gunakan. Tanpa adanya mekanisme pengembangan sistem yang memadai, mungkin saja terjadi kesalahan penghitungan atau, bahkan, fraud. Kesalahan yang ditimbulkan oleh sistem baru ini akan sulit terdeteksi tanpa adanya audit terhadap sistem tersebut.

6. Tingginya nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer
Investasi yang dikeluarkan untuk suatu proyek TI seringkali sangat besar. Bahkan, dari penelitian yang pernah dilakukan (Willcocks, 1991), tercatat bahwa 20% pengeluaran TI terbuang secara percuma, 30-40% proyek TI tidak mendatangkan keuntungan. Selan itu, sulit mengukur manfaat yang dapat diberikan TI.
Untuk Indonesia , alokasi anggaran untuk investasi di bidang TI relatif tidak lebih besar dibandingkan di luar negeri. Di Indonesia besarnya alokasi anggaran berkisar 5-10%, sementara di luar negeri bisa mencapai 30% dari total anggaran belanja perusahaan. Namun, bila dilihat dari nilai absolut besarnya Rupiah yang dikeluarkan, jumlahnya sangat besar. Perusahaan-perusahaan besar nasional, seperti Garuda Indonesia, Telkom, dan Pertamina semuanya, saat ini, sudah menerapkan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) dan bahkan berbagai aplikasi lainnya yang melibatkan investasi yang signifikan.